TRIBUNWIKI
Sosok Muhammad Nasir Djamil, Politisi Aceh dari Partai Keadilan Sejahtera
Ketertarikannya pada maraknya isu-isu di daerah NAD memberinya semangat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat NAD.
Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM – Muhammad Nasir Djamil atau yang lebih dikenal dengan Muhammad Nasir merupakan salah satu politisi yang berasal dari Aceh.
Muhammad Nasir memulai karirnya sebagai politikus sejak tahun 1999 silam. Saat itu ia terjun menjadi anggota legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) periode 1999-2004.
Sukses menjalankan tugasnya di provinsi, pada tahun 2004 lalu, ia kemudian dipercaya menjabat sebagai anggota DPR RI yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Baca juga: Sosok Ini Buat Komnas HAM Terdiam, Bongkar Isu Pelecehan dan Penyiksaan Kasus Brigadir J
Ia menjabat selama empat periode yakni 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019, 2019-2024.
Sebelum terjun ke dunia politik, Muhammad Nasir ternyata sudah berkecimpung di berbagai aktivitas. Sejak remaja ia sudah menjadi aktivis dan tumbuh menjadi pemuda yang mulai mencintai dunia politik.
Ketertarikannya pada maraknya isu-isu di daerah NAD memberinya semangat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat NAD.
Meski tertarik dengan isu-isu politik, Muhammad Nasir tetaplah remaja layaknya remaja pada umumnya. Ia merupakan sosok remaja yang mencintai musik bahkan pernah menjadi vokalis band slow rock Nyetanus (Nycentric but Minus).
Ia juga sempat mengisi beberapa panggung hiburan di sekolahnya semasa SMA.
Pria kelahiran Medan, 22 Januari 1971 ini merupakan seorang politisi Indonesia yang memiliki jiwa pantang menyerah.
Maka dari itu, sosok politisi muda yang patriotis merupakan julukan yang diberi oleh masyarakat NAD kepada Muhammad Nasir Djamil.
Hal ini lantaran Muhammad Nasir ialah satu-satunya perwakilan Fraksi PKS di kursi Dewan yang menolak pesangon sebesar Rp 75 juta saat meninggalkan kursi DPRD NAD.
Ia juga satu-satunya anggota dewan yang berani menolak Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Gubernur NAD Abdullah Puteh terkait kasus korupsi APBD.
Sarjana Institut Agama Islam (IAIN) Ar-Raniri Banda Aceh ini aktif diberbagai organisasi, diantaranya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), hingga saat ini berlanjut pada organisasi politik Partai Keadilan Sejahtera.
Baca juga: Sosok Kapolda Temui Kamaruddin, Minta Jangan Keras Kali di Kasus Sambo : Dari Daerah ke Jakarta
Saat ini, Politisi yang memiliki 5 anak tersebut menjabat sebagai ketua Pokja Pertanahan DPR RI.
Selain itu, ia juga tergabung menjadi Anggota grup kerjasama bilateral DPR RI - Parlemen Korea Selatan dan menjadi Tim Pengawas DPR RI terhadap rehabilitasi plan rekonstruksi Aceh-Nias, serta menjadi Tim Pemantau DPR RI terhadap implementasi MoU Helsinki antara Pemerintah RI-GAM.
Muhammad Nasir Djamil lahir dan besar di Medan, Sumatera Utara. Namun, saat SMP ia kemudian pindah ke Langsa, Aceh Timur dan melanjutkan pendidikan serta karirnya di Aceh.
(cr31/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Muhammad-Nasir-Djamil.jpg)