Sosok

SOSOK Azwar Anas, Menpan RB Pilihan Jokowi, Pernah Mundur dari Calon Wakil Gubernur Karena Foto Syur

Presiden Jokowi akan menggelar upacara pelantikan Azwar di Istana Negara,  Jakarta Pusat pada Rabu, 7 September 2022.

Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Royandi Hutasoit
Surya/Haorrahman
Abdullah Azwar Anas. (Surya/Haorrahman) 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN - Mantan Bupati Banyuwangi Azwar Anas akan menggantikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi atau Menpan RB.

Presiden Jokowi akan menggelar upacara pelantikan Azwar di Istana Negara,  Jakarta Pusat pada Rabu, 7 September 2022.

Azwar akan menggantikan Tjahjo Kumolo yang meninggal pada Juli lalu. Tjahjo menjalani perawatan intensif di RS Abdi Waluyo sejak 21 Juni 2022.

Saat Tjahjo menjalani perawatan, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md diangkat menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi oleh Presiden Jokowi.

Profil Abdullah Azwar Anas, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dilantik menjadi Menpan-RB. (Dok. LKPP)
Profil Abdullah Azwar Anas, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dilantik menjadi Menpan-RB. (Dok. LKPP) (kompas.com)

Lantas, Siapakah Sosok Azwar Anas?

Abdullah Azwar Anas adalah seorang politisi Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sejak 13 Januari 2022.

Azwar Anas lahir di Banyuwangi 6 Agustus 1973

Anas kecil tumbuh dalam lingkungan pesantren dengan agama yang kuat. Pendidikannya ditempuh dengan berpindah-pindah.

Azwar pernah masuk di MI Karangdoro, Tegalsari pada tahun 1980 MI Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura pada tahun 1982-1983 dan masuk MI Kebunrejo Genteng pada tahun 1983 hingga 1986.

Setelah itu ia melanjutkan SMP di SMP Negeri 1 Genteng pada tahun 1986 hingga 1988 dan pindah ke SMP Negeri 1 Banyuwangi pada tahun 1988 dan tamat pada tahun berikutnya.

Setelah tamat SMP, Azwar Anas pindah ke Jember untuk melanjutkan SMA di SMA Negeri 1 Jember dan tamat pada tahun 1992.

Azwar pernah kuliah di Universitas IKIP Jakarta (Fakultas Teknologi Pendidikan) dan Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Ia mengenyam pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia yang diselesaikannya pada tahun 2005.

Anas tercatat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama periode 2000-2003 setelah memenangkan pemilihan ketua pada acara Kongres IPNU di Makassar tahun 2000.

Azwar pernah menjadi anggota MPR termuda yang dilantik saat usianya masih 24 tahun.

 Ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR periode 1999-2004, tetapi tidak dapat maju ke Senayan karena kekurangan suara.

Pada pemilihan umum berikutnya, ia berhasil menjadi anggota Republik Rakyat Demokratik Korea dari tahun 2004 hingga 2009, menggantikan anggota FKB yang telah meninggal.

Karena dia adalah salah satu tokoh muda Nahdatul Ulama di Banyuwangi. Basis kekuasaannya didapat dari ulama Banyuwangi dan simpatisan Nahdatul Ulama.

Selain itu pasangannya Yusuf Widyatmoko adalah ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi yang memiliki suara yang cukup besar di Banyuwangi. Setelah kampanye yang gencar.

Akhirnya, menurut perhitungan cepat, pasangan Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko akhirnya memenangkan pemilihan kepala daerah dan dilantik pada 21 Oktober 2010 di Gedung DPRD Banyuwangi.

Selama masa pemerintahannya dengan Yusuf Widyatmoko, yang pertama ini meluncurkan berbagai program daerah yakni :

1. Pembukaan Bandara Blimbingsari (sekarang Bandara Internasional Banyuwangi)

2. Penyelenggaraan pendidikan gratis dan program pendukungnya seperti SAS (siswa asuh sebaya)

3. Pengadaan berbagai acara seperti Banyuwangi Ethno Carnival, Banyuwangi Jazz Festival, Tour de Ijen, dan acara lainnya dikemas dalam perayaan Banyuwangi Festival.

4. Perencanaan pariwisata Banyuwangi dengan konsep ekowisata

Dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2015, Azwar Anas bersama mantan rekannya Yusuf Widyatmoko kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Banyuwangi.

Namun kali ini, ia diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Skandal Azwar Anas. (Tribun Timur)
Skandal Azwar Anas. (Tribun Timur) (Tribun Timur)

Kasus Anas

Anas terpaksa mengundurkan diri sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) setelah foto-foto syurnya dengan seorang perempuan viral di publik.

Anas mengembalikan mandat yang diberikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk mendampingi Gus Ipul.

Perempuan bersama Anas dalam foto itu disebut-sebut merupakan istri anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo, Asrilia Kurniawati.

Namun Bambang membantah perempuan dalam foto itu adalah istrinya. Istrinya, kata dia, sangat sibuk. “Sehingga tidak ada keterlibatan dengan Anas," tuturnya di Surabaya, Jumat, 5 Januari 2018.

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved