Brigadir J Ditembak Mati

Padahal Pernah Berbohong, Hasil Pemeriksaan Putri Pakai Lie Detector Dirahasiakan, Tak Jujur?

Namun, untuk hasil pemeriksaan Putri Candrawathi tampak berbeda. Polri tak inigin mengungkapkan hasil pemeriksaan Putri Candrawathi dengan Lie Detecto

HO
Terjawab Rintihan Putri Candrawathi menjadi petunjuk soal pelecehan atau perselingkuhan di Magelang pada 7 Juli 2022 lalu.   

TRIBUN-MEDAN.com - Para tersangka telah selesai menjalani pemeriksaan dengan Lie Detector atau pendeteksi kebohongan. 

Selain lima tersangka, satu saksi Susi, asisten rumah tangga turut menjalani pemeriksaan. Susi diperiksa lantaran berada di TKP yang disebut-sebut terjadi pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yosua Hutabarat ke Putri Candrawathi. 

Pada sesi pertama, tiga tersangka menjalani pemeriksaan, yakni Kuat Maruf, Bripka Ricky Rizal, dan Bharada Eliezer. 

Lalu, di hari berikutnya, Putri Candrawathi dan Susi. Kemudian, bakal menyusul Ferdy Sambo, sebagai otak pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. 

Hasil pemeriksaan tiga tersangka awal telah dipaparkan oleh Polri dan dinyatakan jujur. 

Namun, untuk hasil pemeriksaan Putri Candrawathi tampak berbeda. Polri tak ingin mengungkapkan hasil pemeriksaan Putri Candrawathi dengan Lie Detector. 

Kata Polri, hasil pemeriksaan Putri hanya akan menjadi konsumsi penyidik.

"Pro justitia itu untuk kepentingan penyidik, artinya untuk penyidik saja," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (8/9/2022).

Penyidik, kata Dedi, bisa saja menyampaikan hasil lie detector Putri Candrawathi. Namun, hasil itu bakal diungkap saat di persidangan sebagai alat bukti.

"Kalau penyidik mau sampaikan, saat persidangan sebagai alat bukti petunjuk atau keterangan ahli," paparnya.

Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Bripa RR -
Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Bripa RR - (Kolase Tribun Medan/YT Polri TV)

Sebelumnya, tim khusus (timsus) Polri hari ini memeriksa tiga tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, menggunakan alat pendeteksi kebohongan.

Hasilnya, kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Bripka Ricky Rizal, dan Kuwat Maruf, jujur.

"Barusan saya dapat hasil sementara uji poligraf terhadap RE, RR, dan KM, hasilnya 'No Deception Indicated' alias jujur," ujarnya kepada wartawan lewat keterangan tertulis, Selasa (6/9/2022).

Andi menegaskan, hasil tes poligraf itu dilakukan untuk membantu penyidik dan memperkaya bukti dan petunjuk.

Halaman
12
Sumber: Warta kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved