Universitas MTU Lakukan Prosesi Wisuda: Mahasiswa Harus Memiliki Jiwa Entrepreneurship

Universitas MTU menyelenggarakan prosesi wisuda bagi lulusan Sarjana dan Ahli Madya dengan prodi S1 Manajemen dan D3 Akuntansi, periode TA 2021/2022.

Editor: Ismail
Dok. Universitas MTU
Universitas Mahkota Tricom Unggul (MTU) menyelenggarakan prosesi wisuda bagi lulusan Sarjana dan Ahli Madya dengan program studi S1 Manajemen dan D3 Akuntansi pada priode tahun akademik 2021/2022, Sabtu (3/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Universitas Mahkota Tricom Unggul (MTU) menyelenggarakan prosesi wisuda bagi lulusan Sarjana dan Ahli Madya dengan program studi S1 Manajemen dan D3 Akuntansi pada priode tahun akademik 2021/2022, Sabtu (3/9/2022).

Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I (LLDIKTI I) Prof. Dr. Ibnu Hajar dalam sambutannya mengatakan ada tiga kriteria mahasiswa setelah lulus kuliah. Pertama mahasiswa yang sudah kerja ketika masih kuliah. Mereka ini setelah tamat tidak susah lagi untuk mencari pekerjaan karena sudah ada sebelumnya. Dengan kuliah mereka yang sudah bekerja setelah tamat dapat dipergunakan untuk naik pangkat atau mendapat kesempatan promosi jabatan. Sayangnya mereka yang telah bekerja walau masih kualiah hanya sekitar 10 persen.

Kedua orang yang tamat mencoba untuk membuka usaha, walau gagal tetap mencoba sampai berhasil. Orang-orang seperti ini kata Ibnu lagi tren, khususnya di kota-kota besar seperti Kota Medan.

Lihat saja sekarang kata Ibnu, dengan hanya bermodalkan perangkat digital yakni smartphone sudah bisa membuka usaha. Sayangnya orang-orang seperti ini juga masih belum banyak sekitar 20 persen.

Ketiga adalah orang yang tamat kuliah hanya mencari pekerjaan ke berbagai instansi dan perusahaan. Orang-orang seperti ini jumlahnya sangat banyak yakni 70 persen.

Ibnu mengingatkan saat ini indeks prestasi tidak lagi jaminan untuk mendapat pekerjaan, tempat kuliah tidak lagi menjamin kesuksesan, tapi keberhasilan ditentukan dari kompetensi yang dimiliki.

Teknologi digital menciptakan tidak ada lagi batas orang untuk saling berinteraksi satu sama lainnya. Pemanfaatan teknologi dapat menciptakan peluang baru dalam usaha.

Perkembangan teknologi digital penguasaan bahasa menjadi hal penting untuk dimiliki seseorang. Setiap orang dapat berinteraksi dengan orang di berbagai belahan dunia.

Rektor Universitas MTU, Dr. Dompak Pasaribu, SE, M.Si, CPA, CACP dalam kata sambutannya mengatakan era revolusi industri 4.0 telah banyak terjadi perubahan. Penggunaan teknologi digital menjadi keharusan. Mereka yang tidak mengikuti penggunaan teknolgi digital jelas tertinggal. Banyak usaha yang tidak mengikuti pertumbuhan teknologi terpaksa gulung tikar, termasuk dunia pendidikan.

Pada masa pendemi Covid-19 pendidikan tidak diperbolehkan melakukan tatap muka, sementara proses pendidikan harus dilakukan, maka dilakukan secara daring. Tapi tidak sedikit yang mengalami kesulitan karena tidak siap infrastrukturnya dalam kualitas.

Di era teknologi digital ini pergerakan industri sekarang sangat sulit dan tidak bisa diprediksi dari tahun ke tahun.

Lihat saja sekarang industri apapun berlomba-lomba mengaplikasi inteligensi buatan. Pada waktu pandemi Covid-19 hanya 20 persen yang bisa bertahan. Hal ini karena masih minimnya literasi digital yang dimiliki pelaku UKM. Padahal Indonesia membutuhkan 9 juta tenaga digital.

Sama halnya dengan Universitas MTU yang terus melakukan perubahan dari bentuk sekolah tinggi menjadi universitas. Dari satu kampus menjadi dua kampus dan sebagainya. Universitas MTU berusaha kreatif untuk mengikuti perkembangan zaman.

Sementara Ketua Yayasan Mahkota Tricom, Usli Sarsi mengharapkan setiap mahasiswa mempunyai jiwa entrepreneurship untuk mengolah sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini. Bangsa ini butuh sumber daya manusia. Profesi apapun yang dilakukan, jiwa entrepreneurship harus ada. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved