Breaking News:

Brigadir J Ditembak Mati

3 Tersangka Dinyatakan Jujur, Hasil Pemeriksaan Ferdy Sambo dan Putri Tak Diumumkan, Bohong Lagi?

Ferdy Sambo telah selesai menjalani pemeriksaan uji kejujuran dengan menggunakan alat pendeteksi kebohongan atau Lie Detector. 

HO
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi berpelukan usai menjalani rekonstruksi pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat beberapa waktu lalu 

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan hasil dari pemeriksaan terhadap Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf menyatakan jujur.

"Barusan saya dapat hasil sementara uji poligraf terhadap RE, RR, dan KM, hasilnya no deception indicated alias jujur," katanya dikutip dari Kompas TV.

Bharada E dan Bripka RR saat menjalani rekonstruksi pembunuhan Brigadir J beberapa waktu lalu.
Bharada E dan Bripka RR saat menjalani rekonstruksi pembunuhan Brigadir J beberapa waktu lalu. (HO)

Andi mengatakan tiap tersangka diberi pertanyaan oleh petugas Puslabfor terkait perannya masing-masing dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

"Hanya pertanyaan kunci, berbeda-beda pertanyaan sesuai peran masing-masing," katanya.

Di sisi lain, Dedi mengklaim alat lie detector milik Polri yang digunakan ini adalah alat canggih dan diklaim memiliki tingkat akurasi di atas 90 persen.

Alasan klaim tersebut lantaran alat lie detector milik Polri adalah impor dari Amerika Serikat.

"Alat polygraph yang digunakan oleh kita ini semuanya sudah terverifikasi dan alat polygraph dunia. Alat yang kita punya ini alat dari Amerika tahun 2019 dan tingkat akurasinya 93 persen," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2022).

Klaim akurasi ini, kata Dedi, membuat penggunaan lie detector merupakan pro justitia.

"Kalau di bawah 90 persen itu tidak masuk dalam ranah pro justitia. Kalau masuk dalam ranah pro justitia berarti hasilnya penyidik yang berhak mengungkapkan ke teman-teman. Termasuk nanti penyidik juga mengungkapkan ke persidangan," pungkasnya.

Sebagai informasi, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain Bharada E, Ferdy Sambo hingga Kuat Maruf disangkakan dengan pasal 340 subsider pasal 338 juncto pasal 55 dan 56 KUHP tentang Pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, dan penjara paling lama 20 tahun.

Sementara untuk Bharada E dijerat dengan pasal 338 KUHP juncto pasal 55 dan 56 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan dengan ancaman hukum penjara paling lama 15 tahun.

Baca juga: SOSOK Charles A Simbolon, Penerus Marihad Simon Simbolon Memimpin Parna Raya Group

Baca juga: Jokowi Bawa Kabar Baik Kesepakatan Penyesuaian FlR, Tegaskan Kedaulatan Ruang Udara Indonesia

(*)

Berita sudah tayang di tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved