Berita Sumut

Digelar Pekan Depan Selama Tiga Hari, Ini Rangkaian Kegiatan Festival Seribu Tenda di Silalahi

Rumah Karya Indonesia akan melangsungkan kegiatan seribu tenda di Pulo Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.

Tribun Medan/HO
Tao Silalahi Art Festival yang pernah berlangsung sebelumnya di Pulo Silalahi dan Desa Paropo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com, DAIRI - Rumah Karya Indonesia (RKI) akan melangsungkan kegiatan seribu tenda di Pulo Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.

Kegiatan seribu tenda tersebut akan berlangsung selama 3 hari, yakni mulai tanggal 16-18 September 2022.

Ketua RKI, Ojak Manalu mengatakan kegiatan seribu tenda ini merupakan kegiatan kelima, dari sembilan kegiatan yang sudah direncanakan pada tahun 2022 ini.

Baca juga: Pandemi Mulai Mereda, Tao Silalahi Art Festival Akan Kembali Digelar Pada September 2022 Mendatang

"Untuk tahun ini, ini kegiatan kelima dari sembilan kegiatan kita tahun ini," ujarnya kepada Tribun Medan, Jumat (9/9/2022).

Dirinya pun mengajak kepada seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, nantinya agar membeli produk-produk yang berasal dari Kecamatan Silahisabungan, demi meningkatkan perekonomian masyarakat setempat

"Kita juga berharap menjaga lingkungan, tidak buang sampah sembarang dan belanjalah produk-produk dari kecamatan silahisabungan," imbaunya.

Sementara itu, Direktur Tao Silalahi, Hermanto Situngkir menjelaskan selama tiga hari kegiatan akan digelar penampilan kebudayaan Silalahi.

"Jadi Tao Silalahi Art Festival kita mulai di tanggal 16 dengan acara HAHOMION (meminta ijin supaya acara lancar) dan dilanjut dengan lomba-lomba mewarnai dan fashion show oleh anak anak Tao Silalahi, malamnya akan ada penampilan sanggar-sanggar seputar Tao Silalahi," Jelas Herman, Jumat.

"Hari kedua kita lanjut dengan penampilan oleh talent dari wilayah Sumatera Utara, yang membawakan musik-musik tradisi, dan di acara puncak akan ada karya kolaborasi antara seniman-seniman dengan masyarakat yang diwakili oleh pelajar dari SMA Negeri 1 Silahisabungan dengan judul karya batu Ni hata," tambahnya.

Baca juga: Tak Sekadar Cerita Rakyat, Pemancing di Tao Silalahi Buktikan Ikan Mas Raksasa Benar Adanya

Diakhir acara, tepatnya pada tanggal 18 akan ada acara flash mob.

Hermanto juga menegaskan kepada seluruh peserta nantinya dilarang keras untuk membawa obat-obatan terlarang dan juga senjata tajam.

"Kita tetap menyarankan supaya teman teman peserta 1000 tenda Tao Silalahi Art Festival tetap menjaga protokol kesehatan, dan saling menghargai sesama pengunjung, dan paling utama dilarang membawa atau menggunakan obat obat terlarang dan sajam," pungkasnya.

(cr7/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved