Brigadir J Ditembak Mati
Ferdy Sambo Berani Bersumpah di Depan Kapolri: Namanya Juga Mencoba Bertahan
Kapolri listyo Sigit Prabowo menggegerkan publik dengan pernyataannya Ferdy Sambo yang berkeras mempertahankan skenario jahatnya di kasus Brigadir J.
TRIBUN-MEDAN.com – Kasus yang menyeret nama Irjen Ferdy Sambo terus bergulir, hingga pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berhasil menggegerkan publik.
Secara blak-blakan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan jika Ferdy Sambo baru mengakui pembunuhan kepada Brigadir J usai dimasukkan ke tempat khusus (patsus).
Dilansir dari Kompas.com, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa Ferdy Sambo sempat bersikeras mempertahankan skenario tembak-menembak saat dipanggil olehnya.
Bahkan, Ferdy Sambo sempat berseloroh dan bersumpah dalam mempertahankan skenarionya tersebut.
"Saat itu saya sudah bertanya, 'Kamu bukan yang melakukan? Kalau kamu pelakunya akan saya proses sesuai fakta'. Bahkan dia menyampaikan bersumpah," ucap Sigit.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus berusaha dan kembali mengonfirmasi temuan penyidikan tim khusus (timsus) kepada Ferdy Sambo.
Apalagi usai salah satu ajudan Ferdy Sambo, Bharada E yang menjadi tersangka mengubah keterangannya
"Beberapa kali saya tanyakan, termasuk terakhir pada saat Richard sudah mulai berubah keterangannya, saya panggil, saya minta untuk dipanggil, sebelumnya dihubungi dengan telepon oleh anggota kita loudspeaker, kita jelaskan, dia masih tidak mau mengakui," ucap Sigit.
"Sampai datang ke tempat saya, saya tanya sekali lagi, dia masih bertahan bahwa 'memang begitu faktanya' kata dia," lanjut Sigit.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan bahwa Ferdy Sambo melakukan skenario kematian Brigadir J adalah upaya untuk membela diri.
"Tapi memang bahasa dia 'namanya juga mencoba untuk bertahan' begitu kira-kira," kata Sigit saat diwawancara dalam program Satu Meja The Forum di Kompas TV, seperti dikutip pada Kamis (8/9/2022).
"Sehingga, kemudian dari keterangan-keterangan yang ada, dari persesuaian-persesuaian, akhirnya pada saat selesai dia dipatsuskan, pada saat itu dipatsuskan, dua hari kemudian dia mengakui," ucap Sigit.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan jika Ferdy Sambo baru mengakui hal ini setelah dua hari di tempatkan di tempat khusus (patsus).
(*/Tribun-Medan.com)