Bunuh Diri

Penyakit tak Kunjung Sembuh, Seorang Kakek Akhiri Hidup Ikatkan Leher Pakai Tali di Rumah Kosong

Seorang kakek ditemukan meninggal dalam kondisi leher terikat tali di rumah kosong Dusun II, Desa Karanganyar

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
HO
Petugas Polsek Perbaungan lakukan olah TKP di lokasi kakek gantung diri 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Diduga depresi lantaran penyakit tak kunjung sembuh, seorang kakek nekat akhiri hidup dengan cara ikatkan leher pakai tali di rumah kosong.

Tak pelak, kejadian ini membuat heboh warga di Dusun II, Desa Karanganyar, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Sergai. 

Kapolsek Perbaungan, AKP M Pandiangan mengatakan, korban berinisial AS (60) setempat. 

Korban ditemukan oleh keluarganya dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (8/9/2022) malam.

Baca juga: Polsek Sidamanik Resort Polres Simalungun Olah TKP Penemuan Mayat Seorang Warga Tewas Gantung Diri

"Tergantung pada seutas tali nilon warna hitam corak hijau tua dengan panjang 1,5 meter pada Kamis sekira pukul 20.00 WIB," kata Pandiangan, Jumat (9/9/2022).

Mengetahui hal itu, keluarga korban lalu memanggil perangkat desa setempat.

Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan.

Kanit Reskrim bersama beberapa anggota opsnal pun melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban yang saat itu sudah dibawa ke rumah duka tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca juga: Polisi Evakuasi Mayat Korban Gantung Diri di Desa Buluh Duri Sipispis

Setelah dilakukan Indetifikasi, polisi menemukan luka lilitan benang nilon pada bagian leher korban.

Namun tidak ada tanda tanda kekerasan lainnya pada jasad korban.

"Terhadap leher korban terdapat bekas lilit tali nilon, lidah menjulur keluar, celana dalam korban terdapat bercak cairan dan bercak darah. Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya," ujar Pandiangan.

Selain itu, sepeda motor korban juga ditemukan terparkir di luar rumah korban ditemukan meninggal dunia.

Baca juga: TERSANGKA Pencabulan Tewas Gantung Diri, Dua Polisi Deliserdang Dipastikan Terkena Sanksi

Pandiangan mengatakan dari pengakuan anak korban, korban sudah lama mengalami sakit diabetes.

Hal itu lah yang menjadi penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.

Karena itu, keluarga menolak melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Keluarga tidak bersedia untuk dibawa ke RSUD Sultan Sulaiman karena berkeyakinan meninggalnya orang tuanya disebabkan gantung diri. Menurut keterangan anak-anak korban bahwa orang tua mereka depresi penyakit diabetes yang telah diderita korban sejak 5 tahun terakhir belum sembuh," tutup Pandiangan.(cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved