Breaking News:

Berita Sumut

PMKRI Sumut Minta Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga BBM Subsidi Karena Kian Mencekik Rakyat

Ceperianus Gea menilai kebijakan Pemerintah Joko Widodo terkait kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak tepat.

HO / Tribun Medan
Komisariat Daerah Sumatera Utara – Nangroe Aceh Darusalam (KOMDA SUMUT- NAD) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St.Thomas Aquinas periode 2022 – 2024  

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Komisarit Daerah Sumatera Utara – Nangroe Aceh Darusalam (KOMDA SUMUT- NAD) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St.Thomas Aquinas periode 2022 – 2024 meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan naiknya harga BBM.

Ketua KOMDA Sumut-NAD PMKRI, Ceperianus Gea menilai kebijakan Pemerintah Joko Widodo terkait kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang ditetapkan pada tanggal 3 September 2022 tidak tepat.

“Pasalnya, kenaikan harga BBM tersebut akan berdampak pada masyarakat lapisan bawah yang membutuhkan BBM subsidi untuk aktivitas konsumsi dan produksi secara agregat. Kenaikan harga BBM subsidi secara signifikan akan mempengaruhi inflasi karena efek tidak langsung, misalnya pada harga pangan,” ujar Ceperianus Gea melalui keterangan tertulis, Jumat (9/9/2022).

Ia mengatakan di antara kelompok masyarakat yang akan merasakan dampaknya adalah pengusaha mikro dan pekerja sektor informal.

Komda SUMUT – NAD PMKRI, kata dia, juga menyoroti kebijakan subsidi BBM selama ini dinilai tidak tepat sasaran karena lebih banyak dinikmati kelas menengah ke atas. 

“Data menunjukkan sebagian besar konsumsi BBM subsidi 60 persen dinikmati oleh golongan masyarakat kelas menengah ke atas dari 80

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved