Sumut Terkini

GUBERNUR Edy Rahmayadi Disebut Kekanak-kanakan karena Bilang Dibully Golkar, Ini Kata Pengamat

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dinilai kekanak-kanakan oleh Pengamat Komunikasi Politik Universitas Medan Area

TRIBUN MEDAN/HO
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Medan Area (UMA), Ara Auza 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dinilai kekanak-kanakan oleh Pengamat Komunikasi Politik Universitas Medan Area (UMA), Ara Auza karena menganggap kritik sebagai bullyan.

Hal itu disampaikan Ara Auza saat diwawancarai terkait pernyataan Gubernur Edy Rahmayadi yang mengaku dibully oleh Golkar soal proyek 2,7 triliun, Sabtu (10/9/2022).

Baca juga: IBU Korban Dugaan Rudapaksa-Murid SD di Medan Pertanyakan CCTV Rusak, padahal Pernah Lihat Menyala

Ara mengatakan, jika dalam konteks proyek pembangunan 2,7 triliun Golkar bersikap kritis bukan berarti Golkar tidak mendukung pembangunan di Sumut.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat menghadiri peresmian kantor Dewan Perwakilan Derah (DPD) Partai Demokrat Sumut, Jalan Sudirman Medan, Jumat (9/9/2022). Edy menyatakan keinginannya untuk mencalonkan diri kembali pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024 mendatang.
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat menghadiri peresmian kantor Dewan Perwakilan Derah (DPD) Partai Demokrat Sumut, Jalan Sudirman Medan, Jumat (9/9/2022). Edy menyatakan keinginannya untuk mencalonkan diri kembali pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024 mendatang. (Tribun Medan/Rechtin Hani Ritonga)

"Sekarang ini kan diartikan berbeda. Golkar itu kritisi mekanisme proyek 2,7 triliun agar semuanya berjalan sesuai prosedur dan Kepala Daerahnya tidak terjerat pelanggaran hukum di kemudian hari. Jadi prosesnya yang dikritik, bukan proyek pembangunan yang ditolak," kata Ara.

Baca juga: SOSOK AKBP Pujiyarto yang Loloskan Laporan Putri Candrawathi Terkait Pelecehan Seksual

Publik bisa akan lebih percaya pada Gubernur Edy jika mampu jawab kritikan dengan hasil kinerja.

Menurut Ara, selama ini Edy cenderung blunder dalam menyampaikan banyak hal. Kata dia, ada beberapa hal penyebab mengapa Edy cenderung disorientasi dalam berpidato. Pertama rendahnya penguasaan analisis materi, spontanitas tanpa pengetahuan dan bisa jadi strategi komunikasi menutupi minimnya kinerja.

"Dalam komunikasi ini sebenarnya sederhana, figur bicara bisa dimengerti, konkret, bicara capaian kinerja dan planning apa yang sudah dieksekusi. Saat ini kan publik tidak pernah dipaparkan hal tersebut," pungkasnya.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bercerita dirinya dibully Partai Golkar saat menghadiri acara peresmian kantor DPD Demokrat Sumut, Jalan Sudirman Medan, Jumat (9/9/2022).

Saat itu, Edy menyinggung perseteruannya dengan DPD Partai Golkar Sumut beberapa waktu lalu.

"Orang ini (Golkar) pura-pura aja ini bukan pengusung saya. Ini orang -orang yang baru baru ini lah yang bully-bully aku," katanya.

Menurut Edy, orang-orang di Partai Golkar yang membully-nya karena tidak mengetahui dirinya yang sudah mengawal Golkar sejak lama.

"Orang-orang yang baru ini yang bully aku. Padahal dari tahun 87 saya ngawal Gokar, sekarang yang baru-baru ini malah demo aku," ujarnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved