Breaking News:

Rudapaksa Murid SD

IBU Korban Dugaan Rudapaksa-Murid SD di Medan Pertanyakan CCTV Rusak, padahal Pernah Lihat Menyala

Ibu korban dugaan rudapaksa murid SD di Medan, berinisial I mempertanyakan CCTV yang disebut rusak di saat kejadian di sekolah tersebut.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
Instagram
Pengacara Hotman Paris dan Ibu Korban Dugaan Pemerkosaan, Imelda (kanan). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ibu korban dugaan rudapaksa murid SD di Medan, berinisial I mempertanyakan CCTV yang disebut rusak di saat kejadian di sekolah tersebut.

Padahal ia mengaku sempat melihat monitor CCTV menyala saat menjemput anaknya di sekolah.

"Terus katanya, keterangan CCTV rusak, gak hidup karena daring. Yang I lihat hidup saat naik tangga jemput anak-anak ke kelas," ucapnya.

Baca juga: SOSOK AKBP Pujiyarto yang Loloskan Laporan Putri Candrawathi Terkait Pelecehan Seksual

Ia juga menyebut kalau kamera CCTV di dekat gudang membelakangi lokasi kejadian. Hal itu ia ketahui pada olah TKP ke dua.

Terpisah, kuasa hukum SD Methodist 1, Marudut Simanjuntak membantah kalau CCTV di sekolah ataupun yang mengarah ke gudang rusak.

Dia menyebut CCTV berfungsi dan muncul di layar monitor, namun tidak dapat merekam.

Saat ini seluruh kamera CCTV dan rekaman sudah disita penyidik.

Baca juga: VIRAL Video Ayu Ting Ting Cium Batang Leher Ivan Gunawan, Sikap Sang Pedangdut Jadi Sorotan

"Saya pastikan itu tidak rusak tetapi memang CCTV nya itu dia hanya bisa menampilkan tetapi tidak bisa me-record. Seluruh CCTV yang ada di seputar sekolah dan TKP sudah kita serahkan dan decorder sudah kita kasih ke Polisi, karena satu rekaman dia," katanya.

Sebelumnya, warga Kota Medan bernama Imelda mengadukan nasib yang dialami anak perempuannya ke Hotman Paris di Jakarta.

Kepada Hotman Paris Imelda mengaku, anaknya diduga menjadi korban pemerkosaan oleh kepala sekolah, pimpinan administrasi sekolah hingga tukang sapu di Medan.

Kejadian itu pun disebut dilakukan di sekolah. Anaknya diduga diberi minum, serbuk putih lalu kemudian diikat dan dibawa ke gudang sekolah.

Kemudian seseorang yang diduga kepala sekolah keluar dari gudang dan menjaga pintu gudang.

"Kepala sekolah keluar dari gudang terus jaga gudang. Si tukang sapu masuk ke gudang letakkan anak tadi ke gudang, ke atas meja di dalam gudang. Setelah itu tukang sapu keluar jaga gudang pimpinan sekolah masuk,"kata Imelda, seperti dilihat dari Instagram pribadi Hotman Paris, Rabu (7/9/2022).

Di dalam gudang inilah diduga bocah perempuan 10 tahun ini diperkosa oleh kepala sekolah, pimpinan administrasi hingga tukang sapu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved