Polemik Pembangunan GOR

DPRD Siantar Ributi Pembangunan GOR, Pengamat Bilang Hambat Investasi

DPRD Siantar meributi proyek GOR yang akan dibangun di Jalan Merdeka Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIJA
GOR Pematangsiantar, satu aset tertua milik Pemko Pematangsiantar tampak tak terawat. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- DPRD Siantar meributi proyek GOR (gedung olah raga) yang ada Jalan Merdeka Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar.

Adapun alasan DPRD Siantar meributi proyek GOR ini karena dianggap belum melengkapi dokumen yang dibutuhkan. 

Menanggapi hal tersebut, Akademisi dari Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Simalungun, Darwin Damanik mengatakan ributnya DPRD Siantar ini bisa menggangu kondusifitas berinvestasi di Kota Siantar.

Baca juga: Pemkab Samosir Gelontorkan Rp 8,8 Miliar Bangun GOR, Target Selesai 102 Kalender

"Pasti dengan adanya penundaan ini, akan membuat iklim investasi yang kita harapkan seharusnya kondusif akan menjadi terganggu. Sebelumnya bisa kita lihat, sudah banyak investor-investor yang sudah berani berinvestasi di Siantar," ucap Darwin Damanik, yang juga Ketua Prodi Ekonomi USI, Minggu (11/9/2022).

Dengan adanya penundaan pembangunan GOR, Darwin menilai akan menghadirkan keraguan investor untuk berinvestasi di Kota Siantar dimasa yang akan datang.

Ini menjadi trigger atau pemicu bagi investor-investor lain yang mau berinvestasi di Siantar.

Baca juga: Kapolres Sergai Resmikan GOR Badminton, Dulunya GOR Dijadikan Tempat Seperti Ini

Menurutnya, Investasi tidak pernah merugikan daerah. Apalagi Siantar memiliki daya tarik bagi investor. Kota Siantar itu daerah hinterland.

Hal itu yang membuat investor tertarik invest ke Kota Siantar

“Seperti masyarakat di sekitar Siantar seperti daerah Simalungun, Batubara, Sergai, Tebingtinggi, Toba, Samosir dan daerah lainnya lebih tertarik untuk ke Siantar," ungkapnya.

Baca juga: Proyek Pembangunan GOR Siantar Mangkrak 3 Tahun, Izin Tak Kunjung Didapatkan

Lebih lanjut, Darwin bercerita tentang dampak yang diperoleh Kota Siantar bila Gedung Merdeka dan GOR dibangun dan beroperasi di Kota Siantar.

Yang pertama, yang paling penting sekali itu adalah PAD (Pendapatan Asli Daerah) meningkat.

Yang kedua, penyerapan tenaga kerja, mulai dari awal pembangunan sampai difungsikannya gedung tersebut. 

“Sementara untuk yang ketiga, perekonomian masyarakat akan meningkat," paparnya.

Baca juga: Warga Serbu Gebyar Vaksinasi Covid-19 di GOR Polres Tanjung Balai

Kemudian, sebut Darwin, masyarakat juga butuh tempat olah raga yang representatif, di mana suatu kota yang mau maju rata-rata memiliki sarana olahraga indoor-nya di pusat perebelanjaan.

Selain itu dengan adanya mall baru akan menjadi pilihan bagi masyarakat dan pengunjung.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved