Driver Sebut Kenaikan Tarif Ojol tak Merata dan tak sesuai Keputusan Pemerintah

Dandy dan para driver Ojol lainnya mengaku pasrah dengan keputusan yang telah dibuat oleh aplikator dan pemerintah.

Penulis: Diana Aulia | Editor: Eti Wahyuni
HO/Tribun Medan
Ilustrasi. Sejumlah driver ojol saat melakukan tugasnya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat telah meresmikan kenaikan tarif baru ojek online dan berlaku mulai kemarin, Minggu (11/9/2022).

Namun sejumlah driver Ojol mengaku, kenaikan yang diberlakukan tidak sesuai dengan keputusan yang dibuat pemerintah.

"Untuk GrabFood hari ini (kemarin) tarifnya masih sama seperti hari Minggu sebelum kenaikan harga BBM atau pun tarif Ojol," ujar Dandy, driver Ojol kepada Tribun Medan.

Dikatakannya, untuk tarif orderan pada hari Minggu biasanya berbeda dengan tarif hari lainnya.

"Kalau hari Minggu biasanya tarif dasar food Rp 7.200, dan hari ini yang dikatakannya naik, tetapi tarif dasarnya masih sama yaitu Rp 7.200, kalau hari biasa itu tarifnya itu Rp 6.400," ucapnya.

Dandy dan para driver Ojol lainnya mengaku pasrah dengan keputusan yang telah dibuat oleh aplikator dan pemerintah.

Baca juga: Komitmen Beri Layanan Aman, Ratusan Mitra Gojek Medan Jadi Pelopor Kamtibmas Polsek Medan Sunggal

"Apa lagi yang mau kita bilang, mau kepada siapa kita mengadu, yang kita bisa hanya bisa pasrah," Imbuhnya.

Terpisah, Ketua Umum GODAMS Agam Zubir mengatakan bahwa saat ini kenaikan tarif yang dilakukan di beberapa aplikator tidak merata dan tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor 677 Tahun 2022.

"Yang jelas hari ini Go-Jek dan Grab sudah mengumumkan kenaikan tarif Ojol, jadi per hari ini memang sudah ada kenaikan tarif namun kenaikannya tidak merata dan tidak sesuai dengan keputusan pemerintah, kurang lebih kenaikannya hanya delapan persen rata-rata, untuk Go-Ride saat ini hanya naik Rp 1.000 dan Go Food atau Grab Food hanya Rp 800," katanya.

Dia menuturkan, hal tersebut tentu membuat para driver Ojol kecewa dan resah dengan ketetapan yang tidak jelas serta adanya kompetitor yang membanting harga lebih murah.

"Prihatin kita melihat para driver ojol yang membawa pulang uang yang tidak sesuai dengan harapan mereka," tuturnya.

Saat ini, para driver tengah menyeimbangkan antara kenaikan harga BBM dengan tarif ojol yang sedang diberlakukan.

"Kita sedang menyeimbangkan antara kenaikan harga BBM dengan tarif Ojol, kita juga sedang mempersiapkan untuk turun aksi mengenai hal ini," tutupnya.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved