Karantina Pertanian Medan Dorong Eksportir Milenial YEC INTI Sumut Ekspor Nanasnya

Klinik Ekspor Horas Balai Karantina Pertanian Medan menerima kunjungan beberapa orang pengusaha muda

Editor: Ismail
Istimewa
Klinik Ekspor Horas Balai Karantina Pertanian Medan menerima kunjungan beberapa orang pengusaha muda yang tergabung dalam Young Entreprenuers Councill (YEC) INTI Sumut. 

Karantina Pertanian Medan Dorong Eksportir Milenial YEC INTI Sumut Ekspor Nanasnya

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Klinik Ekspor Horas Balai Karantina Pertanian Medan menerima kunjungan beberapa orang pengusaha muda yang tergabung dalam Young Entreprenuers Councill (YEC) INTI Sumut.

Kunjungan ini atas saran dari Parlindungan Purba setelah bertemu dengan Kepala Karantina Pertanian Medan Dr.Lenny Hartati Harahap, SP.MSI yang telah beberapa kali melakukan gebrakan percepatan ekspor dengan berbagai kegiatan, begitu juga melihat adanya keinginan YEC untuk ekspor nanas keluar negeri.

Hendy Ong selaku Ketua YEC INTI Sumut bersama tim berkunjung ke Klinik Ekspor Horas Medan untuk membangun komunikasi terkait prosedur ekspor komoditas pertanian dan regulasiny.

"Kami berterima kasih telah disambut baik dan informatif dari Karantina Pertanian Medan," ungkap Hendy.

"Di sini kami meninjau beberapa produk unggulan yang telah diekspor negeri, rencana kami untuk ekspor nanas mohon dibantu dan di fasilitasi agar semuanya terealisasi sesuai rencana," tambah Hendy yang didampingi Husni Halim dan rekan selaku mitra eksportir milenial.

Ferry Simanjuntak selaku Subkoordinator Karantina Tumbuhan menyambut baik kedatangan rombongan YEC tersebut.

"Kami sangat senang dan mengapresiasi yang namanya ekspor komoditas pertanian, apalagi calon eksportirnya dari kalangan milenial, pasti sangat kita dukung," imbuhnya.

Selain itu Suwandi yang merupakan penanggung jawab Laboratorium ikut hadir dan beliau menjelaskan terkait prosedur yang harus dilengkapi dan dijalankan saat akan mengekspor nanas ke negara Tiongkok. 

"Secara prosedur yang ditetapkan oleh negara tujuan sudah kita jelaskan secara detail dan untuk melengkapi persyaratanya nanti akan kita bantu dampingi," jelas Suwandi.

Pada kesempatan ini hadir dan mendampingi Wakil Ketua Umum bidang bisnis, usaha dan UMKM Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Pusat terlihat antusias menyambut penerimaan dari Klinik Horas kepada YEC.

"Keberadaan Klinik Horas bisa mendukung dan meningkatkan kinerja ekspor Indonesia khusus beberapa Kabupaten Kota yang ada di Sumatera Utara, para eksportir bisa memanfaatkan Klinik ini agar semuanya bisa tepat sasaran dan tujuan ekspor tercapai, hal ini juga bisa membantu Program program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," kata Tomi didampingi Andro Hartanto pengusaha muda milenial Ekspor Impor.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved