Brigadir J Ditembak Mati

Penyidik Terbelalak Melihat Isi Barang Bukti Pembunuhan Brigadir J yang Diberikan Seorang Perempuan

Pengungkapan kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat terus dikembangkan polisi.

Editor: Abdi Tumanggor
HO
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Berkas perkara pembunuhan berencana Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat terus dilengkapi polisi untuk diserahkan ke JPU.

Sebagaimana diketahui, Polisi telah selesai menjalani rekonstruksi pembunuhan Brigadir J bersama para tersangka.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat mengakui kalau tim penyidik sempat ada ketakutan untuk mengusut kasus ini.

Seluruh tersangka kini tak bisa mengelak lagi. Seluruh tersangka adalah bawahan Ferdy Sambo.

Lihat saja, Kombes Agus Nurpatria yang sebelumnya menjabat sebagai Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri.

Lalu, Kompol Chuck Putranto selaku mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri.

Ada pula Kompol Baiquni Wibowo selaku mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri.

Kompol Baiquni Wibowo bersama Kompol Chuck Putranto disebut sebagai dua orang yang sempat menyimpan dan merusak rekaman CCTV yang terpasang di pos pengamanan depan rumah dinas Ferdy Sambo.

Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Agung Budi menyebutkan, mengaku mendapat perintah merusak CCTV dari Ferdy Sambo, Arif Rachman, dan Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan.

Hendra adalah Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Propam, bos para polisi ini.

Dikutip dari Gridhot yang melansir dari pemberitaan Majalah Tempo edisi 22 Agustus 2022, penyidik menemukan rekaman DVR CCTV tersebut setelah penyidik menggeledah rumah Kompol Baiquni Wibowo pada 9 Agustus lalu.

Sebelum menyerahkan rekaman kamera itu ke Ferdy Sambo, Chuck mengaku menontonnya bersama Baiquni Wibowo dan Arif Rachman serta Agus Nurpatria.

Chuck dan Baiquni juga merupakan anggota Tim Intelijen II Satuan Tugas Khusus Merah Putih yang dipimpin Ferdy Sambo.

Pada 9 Agustus 2022, Timsus Polri menggeledah sudut-sudut rumah Ferdy Sambo, rumah dinas Baiquni dan sejumlah lokasi lain. Dari rumah Baiquni, polisi menyita laptop yang digunakan menonton rekaman CCTV pos satpam. Tapi laptop surah patch terbelah dua. Hard disk bahkan hanker supertitles bekas dicincang benda tajam. DVR CCTV pun menghilang.

Halaman
123
Sumber: GridHot.id
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved