Penerima BLT Merasa Dicurangi

Perangkat Desa dan TKSK yang Ternyata Paksa Penerima BLT Ganti Duit dengan Apel dan Kentang

Belakangan mulai terungkap bahwa perangkat desa dan TKSK yang memaksa warga tukar uang BLT dengan apel dan kentang

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Antrean penerima batuan sosial dari pemerintah pusat yang mulai dicairkan di kantor pos Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (9/9/2022) /Anugrah Nasution. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI- Sejumlah penerima manfaat bantuan langsung tunai (BLT) di Kabupaten Sergai sempat menuding bahwa Pemkab Sergai licik, lantaran memaksa warga untuk menukar uang BLT dengan kentang, apel, telur dan beras.

Belakangan terungkap, bahwa pihak yang memaksa warga menukarkan duit BLT nya adalah perangkat desa dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Diketahui, bahwa sebelumnya tiap warga akan mendapatkan jatah BLT dampak kenaikan BBM sebesar Rp 500 ribu.

Baca juga: Pemkab Sergai Dituding Berbuat Licik, Warga Penerima BLT Disuruh Tukar Uang dengan Apel dan Kentang

Dari Rp 500 ribu yang semestinya diterima, Rp 200 ribu diminta ditukar dengan 10 Kg beras, kentang, apel dan sepapan telur di e-Warung.

Tak pelak, paksaan ini membuat warga kesal.

Mereka mengatakan bahwa aturan tersebut tidak ada tercantum dimanapun.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sergai, Arianto mengaku tidak tahu ada pihak yang memaksa warga menukarkan uang BLT nya dengan beras, apel, kentang dan telur. 

Baca juga: CAIR, Warga Desa Manunggal Rela Antre untuk Dapatkan BLT Kenaikan BBM

"Kalau soal itu, kami dari Dinas tidak ada mengarah arahkan. Kalau pun ada imbauan itu dari TKSK nanti kami akan panggil yang bersangkutan untuk meminta penjelasan dari mereka," kata Arianto, Minggu (11/9/2022). 

Arianto menyatakan, semua orang yang menerima manfaat bebas untuk mempergunakan uang yang meraka dapat untuk keperluan rumah tangga. 

Kata dia, bantuan yang diterima warga adalah bantuan dari pemerintah pusat yang diberikan secara tunai dalam waktu dua bulan terakhir. 

Baca juga: BLT Jadi Obat Pelipur Lara Kenaikan BBM, Warga Desa Pematang Johar Ucap Syukur dan Bahagia

"Tidak ada paksa untuk membeli di mana. Jadi ya apa saja, mau digunakan atau dibeli apa saja. Karena itu kan dana bantuan yang dari pemerintah pusat yang sudah dua bulan baru dicairkan," kata Arianto. 

"Kami dari Dinas tidak ada intruksikan untuk membeli di e warung yang telah ditentukan. Semua bebas mau belanja dimana karna itu hak mereka," sambung Arianto. 

Mengenai penukaran uang Rp 200 ribu dalam bentuk sembako ke e-Warung oleh ratusan warga yang dianggap tidak sesuai nilainya, Arianto tak banyak berkomentar. 

"Kalau mengenai beras dan lainya itu kita tidak tau karena memang tidak ada himbauan yang kami keluarkan," tutupnya.(cr17/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved