BPOM Bahas Pelabelan Bisfenol A pada AMDK

Akademisi dari USU tersebut berharap dari sini nantinya terbentuk forum yang membahas hal ini lebih mendalam lagi.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan
BPOM Medan dan USU menggelar sarahsehan di Le Polonia Hotel & Convention Center Medan, Senin (12/9). Melalaui sarasehan terkait regulasi pelabelan Bisfenol A (BPA) pada Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), menjadi upaya perlindungan kesehatan masyarakat. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Medan menggelar sarahsehan sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat, melalui regulasi pelabelan Bisfenol A (BPA) pada Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Kegiatan ini sehubungan dengan penyusunan rancangan peraturan Badan POM tentang perubahan kedua atas peraturan Badan POM Nomor 31 tahun 2018 tentang label pangan olahan. Acara ini berlangsung di Le Polonia Hotel & Convention Center Medan, Senin (12/9/2022).

Balai Besar POM di Medan berkolaborasi dengan Universitas Sumatera Utara (USU) dan Institut Kesehatan Helvetia membahas mengenai seberapa penting pelabelan BPA ini terhadap kesehatan masyarakat.

Kintoko Rochadi Akademisi dari FKM USU mengatakan, dasar dari berkumpulnya hari ini adalah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terkait zat berbahaya yang ada di sekitar.

Baca juga: 19 Ribu Botol Jamu Ilegal Dimusnahkan, Ditemukan Kandungan Zat Kimia Berbahaya dan Izin BPOM Palsu

"Pada dasarnya kita berkumpul di sini atas kesadaran betapa berbahayanya zat yang sedang kita bahas bersama. Berbahayanya ini dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat. Kesadaran kami sebagai akademisi di sini adalah, ini harus dicegah sedari dini, agar dampaknya ke depan yang dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada kesehatan juga berdampak pada ekonomi dapat teratasi," ujar Kintoko.

Akademisi dari USU tersebut berharap dari sini nantinya terbentuk forum yang membahas hal ini lebih mendalam lagi.

"Diharapkan dari pertemuan ini nantinya akan terbentuk forum yang membahas mengenai BPA ini secara mendalam. Karena bagaimana pun zat berbahaya ini berkaitan dengan masyarakat dan itu harus diselesaikan," harapnya.

Indra Ginting selaku Narasumber dari Institut Kesehatan Helvetia menyebutkan berapa banyak sudah jurnal dan hasil penelitian yang membahas tentang bisfenol A ini berbahaya bagi kesehatan.

"Sudah banyak jurnal yang menyatakan bisfenol A ini berbahaya, berangkat dari hal tersebut kita dari institusi memberi masukan kepada BPOM khususnya untuk segera menerapkan regulasi tersebut. Tujuannya tentu untuk melindungi masyarakat agar tetap aman mengkonsumsi baik itu makanan dan minuman dalam kemasan plastik," jelas Indra.

Kepala Balai Besar POM di Medan Martin Suhendri menyampaikan sarahsehan ini digelar berupa edukasi terhadap masyarakat terkait bahaya bisfenol A bagi kesehatan.

"Sarasehan kali ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat atas kerjasama kita bersama akademisi, bahwasanya badan POM harus berbuat sesuatu. Agar masyarakat lebih tahu bahwasanya ada unsur-unsur BPA yang mungkin bermigrasi," sebutnya.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved