Breaking News:

Berita Sumut

MIRIS, Seorang IRT di Asahan Dianiaya Suami di Depan Dua Anak Di bawah Umur, Begini Kondisi Korban

Seorang ibu rumah tangga, Hariati (25) warga Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan yang nyaris tewas akibat dianiaya suami

Tribun Medan/Alif Al Qadri Harahap
Korban Hariati kini menjalani perawatan di Puskesmas, akibat dianiaya oleh suaminya. 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Seorang ibu rumah tangga, Hariati (25) warga Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan yang nyaris tewas akibat dianiaya oleh suaminya sendiri berinisial AA (31).

Hariati dianiaya oleh AA di rumah kontrakan yang mereka tempati. Mirisnya penganiayaan itu disaksikan oleh dua orang anaknya yang masih di bawah umur. 

Teriakan anak korban yang masih berusia delapan tahun dari dalam rumah memancing warga datang hingga menemukan Hariati telah bersimbah darah. 

Baca juga: Bukti Perselingkuhan dan Tindak KDRT Tersebar, Lukman Azhari Akui tak Ada Masalah dengan Medina Zein

Miswati, Ibu korban mengaku saat didapati warga, kondisi Hariati sudah terkapar dengan sejumlah sayatan dan memar di sekujur tubuh akibat pukulan benda tumpul. 

"Kejadiannya Sabtu (10/9/2022), suaminya cemburu sama anak saya," ujar Miswati, Senin(12/9/2022). 

Jelasnya, AA datang ke rumah dengan membawa sebilah pisau dan diduga sedang dalam keadaan dipengaruhi oleh minuman keras. 

"Pas saya tanya sama cucu, katanya ayahnya mabuk sambil bawa pisau mau mukuli bunda (Hariati)," jelasnya. 

Ia mengaku sudah sering menegur menantunya tersebut, namun sikapnya tidak berubah dan semakin kasar dengan keluarga. 

"Berulang kali sudah saya nasihati. Namun, yaitu semakin lama semakin parah," ujarnya. 

Ia mengaku, korban sempat nyaris digorok oleh pelaku karena cemburu buta yang tidak memiliki alasan. 

"Dia (pelaku) kerjanya melaut. Anak saya kerjanya di kota. Cemburunya ga tau kenapa, ga pernah jelas. Dulu anak saya sempat mau digorok oleh dia, cuma kena bagian dagu saja," jelasnya. 

Ia mengaku, sampai saat ini korban belum membuat laporan terhadap kasus ini.

Baca juga: MENCUAT Isu KDRT Nathalie Holscher Gugat Cerai, Sule Akhirnya Bereaksi, Ungkap Pasangan Idaman

"Kami masih menunggu pertanggungjawaban dari dia. Belum kami lapor," katanya. 

Kepala lingkungan VII, Dodi Surianto membenarkan adanya kejadian kekerasan dalam rumah tangga tersebut. Ia menjelaskan, di lokasi kejadian, ditemukan sebuah pisau karter. 

"Warga yang memberitahu kalau ada ribu-ribut disitu dilakukan suaminya. Di sana ada pisau, saya sempat foto," jelas Kepling VII itu. 

(cr2/tribun-medan.com)


 
 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved