Breaking News:

Kejanggalan Kematian Brigadir J

Bahaya, Eks Hakim Agung Sebut Dugaan Asusila kepada Putri Dinilai Bisa Ringankan Hukuman Ferdy Sambo

“Saya keberatan kalau orang mengatakan tidak usah (melihat) motif (dalam kasus pembunuhan), harus motif itu bagi kami ya, bagi pandangan saya,” ucap

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan Hakim Agung Topane Gayus Lumbuun menyebut motif pelecehan kepada Putri Candrawahti bisa meringankan hukuman kepada Ferdy Sambo.

Menurut Gayus Lumbuun, motif merupakan syarat mutlak untuk mengetahui sebab Ferdy Sambo diduga melakukan pembunuhan terhadap Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) terjadi.

“Saya keberatan kalau orang mengatakan tidak usah (melihat) motif (dalam kasus pembunuhan), harus motif itu bagi kami ya, bagi pandangan saya,” ucap Gayus Lumbuun di Sapa Indonesia Pagi KOMPAS TV, Selasa (13/9/2022).

“Karena apa? Karena motif itu satu syarat mutlak namanya, kalau ada akibat harus ada sebab, bisa terjadi oleh beberapa sebab.”

Dengan begitu, kata Gayus Lumbuun, hakim bisa melihat penyebab kematian seseorang secara jelas dan utuh sebelum memutus perkara.

Terlebih, dalam sebuah perkara, kejadian, perbuatan dan keadaan masing-masing mempunyai peran.

“Harus mutlak ada sebabnya, baru ada akibat orang mati ini. Nah itu jelas harus dikaitkan sehingga kami bisa melihat dengan jelas,” ujarnya.

“Jadi, bagi saya wajib itu, karena itu syarat mutlak buat sebuah kejadian.”

Oleh karena itu, Gayus Lumbuun menilai dalam kasus yang disangkakan terhadap Ferdy Sambo cs, penyidik dan jaksa perlu bekerja sama melakukan pembuktian kuat untuk Pasal 340 KUHP yang disangkakan.

Jika tidak, kata Gayus Lumbuun, itu berarti jerat Pasal 340 KUHP terhadap Ferdy Sambo bisa gugur.

“Kalau yang saya ikuti sekarang ini adalah satu perbuatan yang primernya 340 KUHP kemudian disubsider 338 KUHP, kalau kita tidak memenuhi 340-nya tentu ini gugur. Jadi harus ada pembuktian yang kuat,” kata Gayus Lumbuun.

“Pembuktian saat ini masih selalu berubah-ubah, saya tidak bisa mengambil kesimpulan, karena dari perubahan-perubahan itu mengarah pada sebuah pengertian yang disebut concursus realis dan idealis.”

(*/KOMPAS.TV)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved