Breaking News:

Update Kasus Pembunuhan Brigadir J

Banyak Anggota Terlibat Kasus Sambo, Polda Metro Jaya Dinilai Melawan Mabes Polri, Demi AKBP Jerry?

Polda Metro Jaya yang mau memberikan bantuan hukuman kepada polisi yang terlibat di kasus Brigadir J.

Editor: Dedy Kurniawan
Ho/ Tribun-Medan.com
Jerry Siagian anak Buah Irjen Fadil Imran 

TRIBUN-MEDAN.com - Buntut kasus Ferdy Sambo dalam pembunuhan Brigadir J, sejumlah polisi mendapatkan perberhentian dengan tidak hormat alias di-PTDH.

Mereka diberhentikan lantaran keterlibatannya yang sangat fatal dalam penanganan kasus kematian Brigadir J itu.

Khusus, sejumlah anggota Polda Metro Jaya diduga terlibat, menjalani sidang kode etik, ditahan hingga dipecat. 

Belakangan adanya pernyataan Polda Metro Jaya yang mau memberikan bantuan hukuman kepada polisi yang terlibat di kasus Brigadir J.

Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto menyoroti sikap Polda Metro Jaya yang siap memberikan pendampingan hukum kepada eks Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) AKBP Jerry Raymond Siagian.

Baca juga: Dijawab Hacker Bjorka Alasan Jadikan Indonesia Sasaran Peretasan, Ngaku Punya Pengalaman Pribadi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (kiri) bicara nasib anggota Polda Metro Jaya
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (kiri) bicara nasib anggota Polda Metro Jaya (Kolase Tribun Jakarta)

 
Menurut Rukminto, pernyataan yang disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan soal rencana pendampingan hukum seolah mengisyaratkan adanya perlawan terhadap Mabes Polri.

"Pernyataan Kabid humas Polda Metro untuk memberikan pendampingan hukum pada mantan Wadirreskrimum ini menunjukkan bahwa ada semacam perlawanan dari Polda Metro kepada Mabes Polri," ujar Rukminto saat dikonfirmasi, Selasa (13/9/2022).

Rukminto pun mempertanyakan alasan Polda Metro Jaya yang seakan siap membela Jerry usai dinyatakan melanggar kode etik profesi Polri.

AKBP Jerry Raimond Siagian dipecat dari institusi Polri setelah menjalani sidang kode etik pada Sabtu (10/9/2022) sore.
AKBP Jerry Raimond Siagian dipecat dari institusi Polri setelah menjalani sidang kode etik pada Sabtu (10/9/2022) sore. (HO)

"Saya tidak bisa memahami apakah Polda Metro paham atau tidak terkait pidana obstruction of justice yang dilakukan AKBP JS," ucap Rukminto.

Sikap dan pernyataan Polda Metro Jaya, kata Rukminto, justru berpotensi semakin menurunkan citra Polri di mata publik. Sebab, Polri akan dianggap sebagai pembela anggota yang diduga melanggar aturan dan terlibat dalam tindak pidana.

Baca juga: Krisdayanti Cerita Masa Terpuruknya Sebagai Diva, Singgung Perceraiannya dengan Anang Hermansyah

 
"Upaya pembelaan ini, selain menunjukkan adanya insubordinasi, sekaligus tontonan yang buruk untuk masyarakat," kata Rukminto.

"Bagaimana institusi Polri, masih begitu membela personelnya yang diduga terlibat pelanggaran pidana," sambungnya.

Pemerhati kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) ini berpandangan bahwa setiap warga negara memang memiliki hak untuk mendapatkan pendamping hukum.

Namun, lanjut Rukminto, Jerry dapat langsung menyampaikan sikap berkeberatannya akan hasil sidang kode etik profesi Polri (KEPP) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), tanpa perlu mendapatkan pendampingan Polda Metro Jaya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved