Breaking News:

Berita Sumut

Imbas Kenaikan BBM, Harga Bahan Pokok di Sumut Naik Sebesar 0,8 Persen

Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumatera Utara, Naslindo Sirait mengatakan kenaikan harga bahan pokok pascanaiknya BBM mencapai 0,8 persen.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sumut, Naslindo Sirait. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumatera Utara berimbas pada kenaikan harga bahan pokok.

Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, Naslindo Sirait mengatakan kenaikan harga bahan pokok pascanaiknya BBM mencapai 0,8 persen.

"Rata-rata kenaikan harga bahan pokok di Sumut sebesar 0,8 persen," sebut Naslindo saat ditemui di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (13/9/2022). 

Baca juga: Imbas Kenaikan BBM, Harga Sejumlah Bahan Pokok Naik, Pedagang Sebut Daya Beli Konsumen berkurang

Ia menjelaskan, pascakenaikan harga BBM, selain kenaikan harga, beberapa bahan pokok juga mengalami penurunan harga seperti beras rata-rata mengalami penurun sebesar Rp 150 per kilogram, daging sapi turun Rp 1.300 per kilogram dan ayam potong dari Rp 30 ribu jadi Rp 29.300 per kilogram.

"Untuk saat ini, kenaikan harga naik dinilai masih dalam keadaan wajar," ungkapnya. 

Naslindo menyebut, pihaknya masih melakukan pemantauan dan penghitungan terhadap harga pasar kebutuhan pokok imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Selain harga bahan pokok, Naslindo Sirait menjelaskan untuk biaya pengangkutan kebutuhan bahan pokok dari hasil pemantauan pihaknya mengalami kenaikan sekitar 23 persen dari sebelumnya.

Ia tidak menampik, psikologi masyarakat usai kenaikan harga BBM tersebut yang lebih berhemat dalam berbelanja kebutuhan pokok.

Masyarakat, kata Naslindo juga membeli barang sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebih-lebihan.

"Setelah kenaikan BBM orang sudah tahu naik (harga kebutuhan pokok). Jadi orang malas, psikologi pasar orang justru bertahan di rumah. Jadi harga-harga malah turun," ungkapnya. 

Baca juga: Dialog Bareng Cipayung Plus, Walikota Medan Bobby Nasution Paparkan Program Pengendalian Bahan Pokok

Ia menambahkan, pada bulan September 2022, kenaikan harga kebutuhan pokok belum menunjukkan kenaikan harga yang siginifikan dan masih terpantau wajar.

Namun, ujar Naslindo, pihaknya belum melakukan perhitungan untuk Bulan Oktober, November dan Desember 2022.

"Tapi tiga bulan ke depan kita tidak tahu. Harga-harga masih wajar, karena saya bilang tadi. Lagi-lagi psikologi pasar. Tapi dua minggu lagi, satu bulan lagi belum tahu. Ini stok baru, jadi bulan September ini masih kecil dampaknya," pungkasnya.

(cr14/tribun-medan.com) 
 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved