News Video
Suasana Kirab Merah Putih 150 Meter Terbentang di Depan Istana Maimun
Ratusan pelajar dan personel kepolisian serta TNI mengikuti kirab merah putih di depan Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ratusan pelajar dan personel kepolisian serta TNI mengikuti kirab merah putih di depan Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan, Selasa (13/9/2022).
Kegiatan Kirab merah putih ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Lintas Umat (Forkolimat).
Dari pantauan Tribun-medan, di lokasi terlihat ratusan pelajar ini membentangkan bendera merah putih sepanjang 150 meter.
Setelah membentengkan bendera merah putih, dengan dikawal oleh polisi dan diiringi dengan marching band, para pelajar ini membawa bendera panjang itu dengan cara berjalan.
Dewan Pertimbangan Presiden dan Dewan Kehormatan Forkolimat, Habib, M Lutfi Ali Yahya, melepas rombongan yang membawa bendera raksasa merah putih ke arah makam pahlawan.
Menurut Ketua Umum Forkolimat, Burhanuddin, kegiatan ini dilakukan untuk membangkitkan rasa nasionalisme baggi warga negara Indonesia khususnya di Sumatera Utara.
"Ini adalah untuk membangkitkan rasa nasionalis, agar persatuan dan kesatuan kita makin kukuh dan kita semakin membangkitkan rasa kecintaan kita kepada negara," kata Burhanuddin kepada Tribun-medan, Selasa (13/9/2022).
Ia mengatakan, selain membentangkan bendera sepanjang 150 meter. Mereka juga mengunjungi makam pahlawan untuk meletakkan karangan bunga sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur.
"150 meter bendera nya lebih kurang 2 kilometer dan insyaallah rangkaian kirap merah putih sampai di makam pahlawan meletakkan karangan bunga, untuk menghormati pahlawan," sebutnya.
Burhanuddin menambahkan, usai kegiatan ini pembentangan bendera merah putih panjang dan mengunjungi makam pahlawan, rencananya nanti malam mereka akan menggelar doa bersama di lapangan benteng, Kota Medan.
"Nanti malam akan ada doa bersama untuk berkahnya Sumatera Utara dan negara kita," ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini masyarakat Indonesia bisa menjunjung tinggi solidaritas dan rasa toleransi.
"Ini adalah untuk merekatkan, kami forum komunikasi lintas umat, akan menjadi perekat menjadi untuk menghindarkan rasa intoleran, kami menjunjung tinggi toleransi, itu adalah bagian sejarah dalam hidup kami dan kepentingan bangsa," bebernya.
Dalam kesempatannya, ia pun menyampaikan pentingnya toleransi dalam hidup berbangsa dan bernegara.
"Kami sampaikan kepada elemen Nusantara, bahwa pentingnya rasa toleransi umat beragama, untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bahwa kami beda tapi kami Indonesia," pungkasnya.
(cr11/www.tribun-medan.com).