Berita Medan

Imbas Kenaikan Harga BBM, Pelaku UMKM Mengalami Penurunan Omzet Hampir 50 Persen

Alfin menuturkan, selama ini pendapatannya kebanyakan berasal dari penjualan online di beberapa platform transportasi.

Penulis: Diana Aulia | Editor: Royandi Hutasoit
Tribun Medan/ Diana Aulia
Suasana kedai milik Alfin di Jalan Flamboyan Raya Medan terlihat sepi pengunjung, Rabu (14/9/2022)  

TRIBUN-MEDAN.COM - Medan-Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang disusul dengan penyesuaian tarif ojek online, bukan hanya membuat sejumlah masyarakat resah, tetapi juga berimbas kepada omzet penjualan para pelaku UMKM.

Seperti halnya Alfin, pemilik kedai D'celup Chicken Crispy yang beralamat di Jalan Flamboyan Raya sekaligus bermitra di platform trasnportasi mengeluh dengan kenaikan BBM dan tarif ojol beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, sejak diberlakukannya penyesuaian harga tersebut membuat penjualannya berkurang hampir 50 persen.

"Mulai dari kenaikan harga BBM saja penjualan sudah mulai berkurang, apalagi di tambah dengan kenaikan tarif ojol layanan pesan antar, tentunya membuat penjualan tambah menurun," ujarnya kepada Tribun Medan, Rabu (14/9/2022). 

Alfin menuturkan, selama ini pendapatannya kebanyakan berasal dari penjualan online di beberapa platform transportasi.

Namun dikarenakan adanya penyesuaian tarif membuat pendapatannya berkurang, biasanya dalam sehari Alfin mendapatkan omzet Rp 1.5 juta, tetapi kini penjualan Alfin menurun menjadi Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per hari. 

"Semenjak semuanya serba naik, pendapatan dalam sehari itu pasti di bawah satu juta rupiah, tidak pernah lebih," tuturnya. 

Meski begitu, Alfin tidak menaikan harga ataupun mengurangi porsi, karena menurutnya hal tersebut akan membuatnya kehilangan pelanggan.

"Harga tetap sama, rasa dan porsi juga tidak ada yang berubah sama seperti sebelum kenaikan harga BBM dan tarif ojol," ungkapnya. 

Dia berharap pemerintah dapat menurunkan harga BBM dan menstabilkan sejumlah harga bahan pokok. 

"Intinya di harga BBM, kalau BBM turun pasti semuanya akan stabil, ya harapannya semoga BBM bisa turun kembali, dan mitra juga diharapkan tidak ikut menaikan harga potongan aplikasi," tutupnya.

(cr10/Tribun-Medan.com) 
 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved