MTU Lakukan Pelatihan Pengembangan Dosen

Terapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas MTU gelar Pelatihan Pengembangan Diri Dosen untuk tingkatkan mutu perguruan tinggi.

Editor: Ismail
Dok. Universitas MTU
Universitas MTU gelar Pelatihan Pengembangan Diri Dosen menghadirkan pembicara Rijois Iboy Erwin Saragih, S.T., M.A., M.Kom., dan Nasib, S.Pd., M.M., di Kampus A MTU Gedung Jati Junction, Kamis (8/9). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dosen menjadi ujung tombak dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi. Oleh karena itu setiap dosen harus terus mengembangkan dirinya, tidak saja dalam hal mengajar, tapi tidak kalah penting dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagainya tujuan dari perguruan tinggi yakni melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Mahkota Tricom Unggul (MTU), Dr. Dompak Pasaribu, S.E., M.Si., CPA., CACP., pada pembukaan Pelatihan Pengembangan Diri Dosen menghadirkan pembicara Rijois Iboy Erwin Saragih, S.T., M.A., M.Kom., dan Nasib, S.Pd., M.M., di Kampus A MTU Gedung Jati Junction, Kamis (8/9).

MTU baru berubah bentuk dari sekolah tinggi ke universitas, tentu banyak pembenahan yang harus dilakukan, salah satu adalah mengembangkan kemampuan dosen dengan meningkatkan jabatan fungsional dosen. Semakin tinggi jabatan fungsional dosen akan berdampak pada akreditasi perguruan tinggi.

“Melalui pelatihan ini, dosen bisa lebih mengembangkan potensi diri dalam meningkatkan jabatan fungsional,” katanya.

Pembicara pertama Rijois Iboy Erwin Saragih menjelaskan bagaimana ruang lingkup jurnal internasional serta membagi tips dan trik agar hasil penelitian yang dilakukan dapat dipublish di jurnal internasional.

Diakuinya minimnya pengetahuan yang dimiliki para dosen tentang tips dan trik, hasil penelitian atau karya tulis yang dikirim ditolak. Padahal belum tentu hasil penelitian atau karya tulis yang dibuat tidak bagus.

Sedangkan Nasib membahas tentang jabatan fungsional dosen dimulai dari tenaga pengajar, asisten ahli, lekto, lektor kepala dan guru besar. Untuk mencapai jabatan fungsional tersebut terlebih dahulu melalui tahapan yang harus dipenuhi.

Dijelaskan Nasib, banyak ketentuan yang harus dipenuhi dosen untuk naik jabatan fungsional. Untuk mempertahankan jabatan fungsional, dosen tetap memenuhi ketentuan yang ditetapkan, kalau tidak bisa, tentu ada sanksi yang harus diterima.

Karena itu dosen yang memberikan materi pengajaran membuat buku ajar yang telah mendapat ISBN dari perpustakaan nasional. Selain itu melakukan penelitian dan mempublikasi melalui jurnal nasional dan internasional bereputasi. Melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan atau menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Tugas dosen tidak hanya mengajar di kelas,” tegasnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved