Pemkab Deliserdang

Pemkab Deliserdang Bahas Antisipasi Kenaikan BBM, Wabup Ali Harapkan Adanya Pengendalian Inflasi

Maka dari itu, dibutuhkan langkah-langkah antisipatif yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang menyikapi masalah tersebut.

Editor: Satia
Dok. Pemkab Deliserdang
Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, HM Ali Yusuf Siregar pada Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Deli Serdang di Aula Cendanan Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Kamis (15/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM, LUBUKPAKAM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berpotensi mendorong terjadinya inflasi pada bulan September dan Oktober ini.

Selain itu, juga bisa menyebabkan naiknya harga kebutuhan pokok.

Maka dari itu, dibutuhkan langkah-langkah antisipatif yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang menyikapi masalah tersebut.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, HM Ali Yusuf Siregar pada Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Deli Serdang di Aula Cendanan Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Kamis (15/9/2022).

Wabup menjelaskan, pemerintah pusat resmi mengumumkan kenaikan harga BBM pada 3 September lalu.

Keputusan tersebut, pada dasarnya diambil dengan berbagai pertimbangan mendalam. 

Penyesuaian harga BBM umum juga dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62K/12/MEM/2020 Tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran BBM Jenis Bensin dan Solar melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Kabupaten Deli Serdang, ucap Wakil Bupati, merupakan Kabupaten Non Indeks Harga Konsumen (IHK) mengacu pada Kota Medan.

Di mana pada Agustus 2022, Kota Medan mengalami deflasi 0,25 persen month to month (MTM).

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga pada volatile foods, terutama dipengaruhi oleh deflasi aneka cabai, bawang merah dan minyak goreng sejalan dengan peningkatan pasokan dari daerah sentra produksi. 

Tingkat inflasi tahun kalender (Agustus 2022 terhadap Desember 2021) sebesar 4,1 persen year to date (YTD) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2022 terhadap Agustus 2021) sebesar 5,3 persen year on year (YOY).

Namun, dengan terjadinya kenaikan harga BBM sebagai administered price berpotensi mendorong terjadinya inflasi pada bulan September dan Oktober yang disebabkan kenaikan harga bahan pangan pokok lainnya, sebagaimana prediksi Kementerian Keuangan, kenaikan inflasi pada September 2022 mencapai sekitar 1,38 persen month to month.

"Tujuan rapat ini, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Deli Serdang membahas upaya yang dapat dilakukan Pemkab Deli Serdang dalam mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM, khususnya di Kabupaten Deli Serdang. Perlu dilakukan perumusan upaya pengendalian inflasi sebagai efek domino dari kenaikan harga BBM terhadap bahan pangan pokok, khususnya di Kabupaten Deli Serdang," tegas Wakil Bupati.

Wakil Bupati pun menyinggung soal arahan Presiden RI, saat mengumumkan kenaikan harga BBM di Istana Merdeka, pada 3 September 2022 lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved