Berita Sumut

KPK Kembali Tetapkan Terbit Rencana Sebagai Tersangka, Begini Respon Pengacara dan Jubir Keluarga

KPK kembali menetapkan Terbit Rencana Peranginangin sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi.

Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
Bupati Langkat Nonaktif Terbit Rencana Peranginangin saat usai diperiksa Polda Sumatera Utara di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Bupati Langkat nonkaktif Terbit Rencana PeranginaAngin (TRP) sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi dan turut serta dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat.

Menanggapi hal tersebut, penasehat hukum Terbit Rencana Peranginangin, Indri Hasibuan, tak banyak berkomentar saat dikonfirmasi Tribun Medan, Jumat (16/9/2022).

"Untuk saat ini kita masih mengikuti proses persidangan yang masih berjalan. Terkait penetapan Pak TRP (Terbit Rencana Perangin-Angin) yang terbaru, maaf kita blm bisa tanggapi ya," ujar Indri saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.

Baca juga: Terbit Rencana Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Didakwa Terima Suap Rp 572 Juta

Hal senada juga disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) keluarga Terbit Rencana Peranginangin yaitu, Sangap Surbakti. 

"Berkaitan dengan Pak TRP tersangka dugaan penerima gratifikasi, kami belum bisa berkomentar, terimakasih," ujar Sangap. 

Sementara itu, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan gratifikasi, Bupati Langkat Nonaktif Terbit Rencana Peranginangin diterapkan melanggar Pasal 12 b dan Pasal 12 i Udang-undang (UU) Tindak Pidana Korupsi.

"Tim Penyidik masih terus mengumpulkan dan melengkapi bukti sehingga mengenai konstruksi uraian perbuatan tersangka secara lengkap akan kami sampaikan pada kesempatan lain," ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri.

Baca juga: DIPERIKSA 10 Jam di KPK, Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-angin Dicecar 52 Pertanyaan

Lanjut Ali, KPK juga mengharapkan sikap kooperatif dari pihak-pihak yang dipanggil sebagai saksi untuk hadir dan menerangkan dengan jujur dihadapan Tim Penyidik.

"Setiap perkembangan perkara ini pasti kami akan sampaikan kepada masyarakat. Pengembangan perkara ini sebagai komitmen KPK untuk terus mengungkap dan menuntaskan perkara yang ditanganinya," ujar Ali.

Sehingga Ali menambahkan, pada proses penyidikan dan penuntutan sepanjang kemudian ditemukan bukti permulaan yang cukup, maka KPK tak segan tetapkan pihak-pihak yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum sebagai tersangka.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved