MAKIN Bertambah Kasus Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin, Kini Tersangka Gratifikasi

Jeratan hukum terhadap Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-Angin bertambah lagi.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/SATIA
Bupati Kabupaten Langkat Terbit Rencana Perangin-angin diboyong ke Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, dengan menggunakan celana pendek, Rabu (19/1/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com - Jeratan hukum terhadap Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-Angin bertambah lagi.

Kini, Terbit Rencana Perangin-Angin telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi gratifikasi.

Penyidik KPK telah menemukan bukti yang cukup untuk menjerat Terbit Rencana atas sangkaan baru.

Dengan jeratan kasus gratifikasi ini, berarti Terbit Rencana sudah tersandung 3 kasus hukum.

Dua perkara lainnya yakni suap yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kasus kerangkeng manusia yang disidik Ditreskrimum.

Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (30/5/2022).
Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (30/5/2022). (Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow)

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, gratifikasi tersebut terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat.

"Pasal yang diterapkan adalah Pasal 12B dan Pasal 12i UU Tindak Pidana Korupsi,” kata Ali dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).

Menurut Ali, saat ini tim penyidik masih terus mengumpulkan dan melengkapi barang bukti.

Setelah lengkap, detail perbuatan Terbit akan dijelaskan.

KPK meminta para saksi yang akan dipanggil sebagai saksi dalam perkara ini bersikap kooperatif memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan dengan jujur.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved