Breaking News:

Angkat Citra Teh Indonesia di Mata Dunia, BRI Dukung UMKM Sila Tea di Tong Tong Fair Belanda

Menurut BRI, festival terbesar di dunia untuk budaya Eropa-Indonesia itu menjadi acara yang cukup potensial bagi pelaku UMKM.

Dok. Humas BRI
Produk unggulan dari Sila Tea di Tong Tong Fair Belanda. 

Redha pun melihat fakta tersebut sebagai peluang untuk memperkenalkan teh Indonesia dengan brand asli dari Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa brand Sila lahir dengan unsur sociopreneur dan semangat sustainability atau keberlanjutan.

“Kehadiran Sila diproyeksikan membawa implikasi positif yang bersifat multiply atau berlipat. Dengan didukung produk high end quality atau kualitas kelas atas di dalam negeri, citra teh Indonesia di mata dunia akan terangkat,” tutur Redha.

Melalui Sila, ia mengatakan bahwa pihaknya ingin menambah value atau nilai dari teh Indonesia. Hal ini pun diharapkan mendorong perluasan lapangan kerja dengan kehadiran tea-preneur atau pengusaha teh baru.

Adapun saat ini, kata Redha, Sila Tea House beroperasi dengan aset tiga rumah yang dimiliki oleh penggiat teh Iriana Ekasari di Sentul, Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Di samping itu, sebut dia, saat ini Sila Tea House memiliki lebih dari 100 ragam teh yang terdiri dari kurang lebih 100 tisane atau herbal kering.

Dari ratusan ragam teh tersebut, Sila Tea House juga melakukan blending atau pencampuran yang telah menghasilkan ratusan artikel.

Namun, Sila Tea House saat ini baru merilis produknya ke pasar sekitar 45 varian, yang terdiri dari 30 blend atau campuran dengan 15 pure tea atau teh murni.

“Daun teh kami blend dengan bahan herbal alami, seperti serai, lemon, jahe, ada juga bunga rosella, tetapi tehnya tetap dominan,” ucap Redha.

Menurutnya, ide pencampuran di Sila Tea House menghadirkan selling point atau titik penjualan yang unik dan menjadi daya atraktif bagi pasar yang telah disasar.

Redha menyebutkan bahwa teh yang telah dicampur disebut artisan tea.

Artisan dalam hal ini adalah sebuah karya yang dibuat dengan pemahaman tinggi dan memiliki nilai seni. Dari proses ini akan menghadirkan suatu kualitas tinggi dan dapat dibanggakan, serta berbasis sains,” ucapnya.

Untuk pemasaran, Redha menjelaskan bahwa Sila Tea House fokus memasarkan produk teh di dalam negeri secara business to business (B2B) ke kafe-kafe.

Selain itu, teh Sila sudah diekspor ke berbagai negara, mulai dari Turki, Amerika Serikat, Kanada, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Australia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved