Polres Tebing Tinggi

Polisi Turun Tangan Damaikan Perkelahian Antarpelajar di SMK N 4 Tebing Tinggi

Pihak kepolisian dari Polsek Padang Hilir Resor Tebing Tinggi turun tangan dalam melakukan perdamaian dan mediasi atas aksi perkelahian antar-pelajar

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Polsek Padang Hilir Resor Tebing Tinggi turun tangan dalam melakukan perdamaian dan mediasi atas aksi perkelahian antar-pelajar yang terjadi di SMK N 4 Jalan Abdul Hamid Nomor 103 Kelurahan Bagelen Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi, Jumat (16/9/2022). 

Polisi Turun Tangan Damaikan Perkelahian Antarpelajar di SMK N 4 Tebing Tinggi

TRIBUN-MEDAN.COM, TEBING TINGGI -Pihak kepolisian dari Polsek Padang Hilir Resor Tebing Tinggi turun tangan dalam melakukan perdamaian dan mediasi atas aksi perkelahian antar-pelajar yang terjadi di SMK N 4 Jalan Abdul Hamid Nomor 103 Kelurahan Bagelen Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi, Jumat (16/9/2022).

Kapolsek Padang Hilir AKP Sulem Sigalingging didampingi Waka Polsek Padang Hilir Iptu Syaifuddin bersama Kanit Intel dan Bhabinkamtibmas Aipda Nauli Siregar terjun ke lokasi untuk melakukan mediasi perkelahian antar siswa SMK N 4 bernama Ahmadi Ezar (15) selaku korban dengan Mhd Eka Fauzi Damanik (18) bersama temannya Zainal Ricardo Malau (17), Mikael Yotauda Sianturi (17), Teguh Nathanael (17) dan Ilham (17).

Kronologis kejadian perkelahian berawal pada hari Jumat (16/9) sekira 09.20 Wib, saat Ahmadi Ezar berkelahi dengan Mhd Eka Fauzi Damanik tepatnya didepan piket jaga guru dekat lapangan SMK 4, kemudian perkelahian tersebut dilerai oleh para guru. Akibat kejadian tersebut Ahmadi Ezar mengalami luka di bagian wajah sebelah kiri dekat mata.

Kapolsek Padang Hilir menyebutkan pemicu perkelahian berawal pada Kamis (15/9) sekira pukul 13.00 wib, di Jl Deblod Sundoro depan Masjid Al Musyawarah Bagelen, saat itu Ahmadi Ezar dengan Mhd Eka Fauzi Damanik bersenggolan pada saat mengendarai sepeda motor sehingga mengenai tangan Mhd Eka Fauzi Damanik.

“Atas hal tersebut kedua belah pihak merasa tidak senang dan akhirnya berlanjut hingga perkelahian di sekolah” kata Kapolsek.

Kemudian pada pukul 12.20 Wib, petugas dan pihak sekolah melakukan mediasi antara Ahmadi Ezar dengan Mhd Eka Fauzi Damanik bersama teman-temannya yang turut dalam aksi perkelahian tersebut bersama para orang tua siswa dan disaksikan oleh Kepala Sekolah dan Guru SMK N 4.

Selanjutnya dilakukan perdamaian, dalam hal ini kedua belah pihak berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya terhadap korban maupun orang lain baik dilingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah dikuatkan dengan surat pernyataan perdamaian disaksikan oleh orang tua, kepala sekolah dan para guru SMK N 4 serta Kepling yang turut hadir menyaksikan. (Jun-tribun-medan.com).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved