Korupsi Peningkatan Jalan

BERAROMA KORUPSI, Proyek Peningkatan Jalan di Simalungun Picu Kerugian Negara, Inspektorat Bungkam

Proyek peningkatan jalan di Kabupaten Simalungun beraroma korupsi dan diketahui menimbulkan kerugian negara

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Ilustrasi- Jalan Nagori Sihalpe dan Nagori Purba di Kecamatan Haranggaol sempat ditutupi material longsor 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN- Kepala Inspektorat Simalungun Roganda Sihombing masih bungkam soal temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI pada Dinas PUPR Kabupaten Simalungun Tahun Anggaran 2021.

Roganda yang dihubungi Tribun Medan, Minggu (18/9/2022) hanya membaca pesan WhatsApp dan enggan mengangkat telepon. 

Diketahui, dalam temuan ini PemKAB Simalungun menganggarkan belanja modal pada TA.2021 sebesar Rp.244.584.053.464,00 dengan realisasi sebesar Rp.216.399.047.438, 00.

Baca juga: FAKTA Baru Kasus Korupsi Peningkatan Jalan Matapao-Pekan Sialangbuah, Jaksa Hadirkan 4 Saksi Ini

Berdasarkan hasil pemeriksaan uji petik oleh BPK RI Perwakilan Sumatera Utara atas dokumen kontrak, dokumen pendukung, dan pemeriksaan fisik di lokasi pekerjaan, diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Simalungun.

Di antara yang sangat mencolok adalah peningkatan jalan jurusan Haranggaol-Simpang Salbe, Kecamatan Haranggaol Horison dengan pelaksana PT JPG dengan Nomor kontrak 620/10/22.2/PPK-1/2021, tanggal 22 Februari 2021.

Nilai kontrak pada proyek tersebut adalah Rp.14.2 miliar, dengan nomor SPMK 620/10/22.2/PPK-1/2021, tanggal 19 April 2021, realisasi anggaran Rp 14.205.000.000,00, nomor Berita Acara Serah Terima Pekerjaan (BAST/PHO) 620/180.2/22.2/PPK-1/2021, tanggal 29 Oktober 2021.

Baca juga: Divonis Bebas, Kepala UPTJJ Tarutung Menangis, Tak Terbukti Korupsi Pekerjaan Peningkatan Jalan

“Kekurangan volume pekerjaan PT JPG ini sebesar Rp 790 juta terdiri dari pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A sebesar Rp 62,2 juta, pekerjaan Beton Semen fc' = 15 Mpa (bahu jalan) sebesar Rp 156,3 juta, pekerjaan laston lapis aus sebesar Rp 569,7 juta dan pekerjaan penyediaan bahan anti Pengelupasan sebesar Rp.1.6 jura,” bunyi temuan tersebut.

Temuan lain yang bernilai ratusan juta juga disebut dalam LHP BPK-RI ini yakni pekerjaan Peningkatan Jalan Jurusan Simpang Pangalbuan-Kariahan, Kecamatan Raya, dengan pelaksana PT YUS dengan nomor kontrak 620/10/23.2/PPK-1/2021 pada tanggal 22 Februari 2021, senilai Rp 15,1 miliar. 

Baca juga: Terlibat Korupsi Peningkatan Jalan di Tobasa Direktur CV Ryhez Mandiri Dituntut 2 Tahun Penjara

“Temuan kerugian negara kekurangan volume pekerjaan PT YUS ini sebesar Rp 844 juta dengan rincian Pekerjaan Perkerasan Pekerjaan Beton Semen fc' = 15 Mpa (bahu jalan) sebesar Rp 369 juta, pengerjaan Laston lapis Aus sebesar Rp 474.3 juta dan pengerjaan penyediaan bahan anti pengelupasan sebesar Rp 1,2 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun, Bobby Sandri yang dihubungi meminta awak media bertanya pada anak buahnya, Kasi Intelijen Asor Olodaiv Siagian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved