PAD dari Bukit Gundaling Meningkat, Disbudparpora Terapkan Pembayaran E-Money

Kalau kita lihat sampai saat ini responnya cukup baik, di mana PAD dari retribusi Gundaling menunjukkan peningkatan

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Eti Wahyuni
HO
Petugas pengutipan retrebusi masuk ke objek wisata Bukit Gundaling, Berastagi, menunjukkan barcode yang nantinya di scan oleh wisatawan. Barcode ini, untuk pembayaran retrebusi masuk ke Bukit Gundaling yang sudah beralih dari tunai ke e-money. (TRIBUN MEDAN/HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda serta Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Karo, beberapa waktu terakhir sudah mengubah retrebusi masuk ke Bukit Gundaling, dari tunai ke nontunai. Perubahan ini, sudah dilakukan sejak awal September kemarin.

Ketika ditanya seperti apa hal yang didapat setelah perubahan tersebut, Kepala Disbudparpora Kabupaten Karo Munarta Ginting, mengklaim jika pihaknya melihat pembayaran non tunai ini berdampak baik. Salah satu dampak baik yang didapat, ialah meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kalau kita lihat sampai saat ini responnya cukup baik, di mana PAD dari retribusi Gundaling menunjukkan peningkatan," ujar Munarta, Minggu (18/9/2022).

Baca juga: Wisata Pantai Lumban Bulbul Balige Dipadati Polisi dan Lakukan Hal Ini

Dijelaskan Munarta, untuk saat ini bagi wisatawan yang ingin masuk ke objek wisata Bukit Gundaling sudah harus melakukan pembayaran secara nontunai. Di mana, pembayaran dilakukan dengan melakukan scan ke barcode petugas menggunakan aplikasi uang elektronik (e-money).

Namun, bagi wisatawan yang belum memiliki aplikasi e-money tetap bisa masuk dengan melakukan pembayaran secara manual ke petugas di pos retribusi. Nantinya, petugas pengutipan tetap memasukkan uang yang dibayar oleh wisatawan ke aplikasi milik Disbudparpora.

"Jadi walau pun wisatawan tidak punya aplikasi e-money, uangnya tetap masuk ke kas daerah. Pas bayar petugas juga kita wajibkan untuk menunjukkan ke wisatawan, jadi saling terbuka," ucapnya.

Ketika ditanya perihal berapa banyak persentase kenaikan PAD setelah perubahan retrebusi ke e-money, Munarta mengaku pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut. Nantinya untuk persentase kenaikan secara pasti akan terlihat setelah satu bulan berjalan.

"Untuk pastinya seperti itu, tapi sampai sekarang kita lihat minimal penambahan sekitar 70 persen," pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved