Breaking News:

TSAF Angkat Cerita Legenda Batu Ni Hata dalam Gelaran 1.000 Tenda

Tao Silalahi Arts Festival yang sebagai pengusung acara melibatkan budaya lokal untuk ikut memeriahkan festival

Tribun Medan / Truly
Pengunjung 1000 Tenda Kaldera Toba Festival di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir, 28-30 Juni 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pargelaran 1.000 Tenda yang diusung Rumah Karya Indonesia (RKI) digelar di Pulo Silalahi Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi, Minggu (18/9/2022).

Dalam festival tersebut, Tao Silalahi Arts Festival yang sebagai pengusung acara melibatkan budaya lokal untuk ikut memeriahkan festival yang digelar setiap tahunnya.

Direktur Tao Silalahi Arts Festival, Hermanto Situngkir menjelaskan, pihaknya mengangkat cerita Batu Ni Hata yang nantinya akan di persentasekan dalam puncak acara.

"Nantinya akan direpresentasikan dalam bentuk pertunjukan yang disutradari boleh Novita Butar-butar, Alumni Seni Pertunjukan Unimed dengan composer musik oleh Emady Bangun Mahasiswa Seni Musik Unimed dan Sintong Pasaribu Alumni Etnomunikologi USU, " Ungkapnya.

Baca juga: Festival 1000 Tenda Bakal Digelar di Silalahi Selama 3 Hari, Ini Rangkaian Kegiatannya

Sementara itu, Novita menyebutkan karya ini terinspirasi dari cerita candi Batu Sigadap yang ada di Silalahi. Kemudian dikreasikan dengan cerita yang baru sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas lagi.

Katanya, cerita tersebut mengisahkan dua kelompok yaitu kebenaran yang dianalogikan dengan kelompok pro dan kebohongan dengan kelompok kontra.

Bercerita tentang hal-hal yang dimiliki manusia di semesta ini sudah digariskan dan ditentukan "Jangan mematikan cahaya orang lain agar kau tampak gemerlap, " kutipan salah satu dialog dalam karya Batu Ni Hata.

"Kita mau sampaikan bahwa kebenaran akan selalu berdiri tegak sedangkan kebohongan mau sekeras apa pun ditutupi akan berakhir serupa candi Batu Sogadap, " ujar Novita.

Pihaknya juga turut mengajak anak sekolah yang ada di Kecamatan Silahisabungan untuk mempresentasikan karya tersebut.

"Karya ini merupakan kolaborasi dari anak-anak RKI dengan siswa SMA N 1 Silahisabungan. Tidak hanya itu, turut juga mahasiswa Jurusan Musik Nomensen dan Seni Pertunjukan Unimed. Dengan total penampilan 40 orang, " terangnya.

Novita menyebutkan, proses pengerjaan karya ini berlangsung cukup lama. Penggaraoannya sejak tahun lalu dan latihan dengan semua pemerannya selama dua bulan dengan 18 pertemuan. Novita berharap melalui karya Batu ni Hata ini ia ingin manusia meredam keegoisannya.

"Karena egois akan membunuh apa pun yang aturannya milik kita, " tutupnya.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved