Breaking News:

Pernak-pernik Keramik Diminati Hingga Pulau Jawa, Ada Aksesori hingga Vas Bunga

Hal tersebut dilakukannya karena di Kota Medan sendiri tidak terdapat kelas yang mempelajari tentang kerajinan keramik tanah liat.

Penulis: Diana Aulia | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/HO
Sarah Lita Sembiring perajin keramik tanah liat Kota Medan menunjukkan hasil kerajinannya. Kerajinan aksesori serta pernak-pernik yang terbuat dari keramik tanah liat kian digemari dan diminati. 


TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kerajinan aksesori serta pernak-pernik yang terbuat dari keramik tanah liat kian digemari dan diminati. Namun, kerajinan ini sulit ditemukan karena pasarnya masih terbatas di sejumlah kota besar di Indonesia.

Tetapi para perajin selalu optimistis untuk mengembangkan usaha dan produksi yang mereka miliki dengan melakukan penjualan melalui internet atau pun platform belanja online.

Seperti halnya perajin keramik tanah liat Kota Medan Sarah Lita Sembiring. Perempuan muda berusia 24 tahun ini belajar membuat kerajinan keramik tanah liat hingga ke Bali.

Hal tersebut dilakukannya karena di Kota Medan sendiri tidak terdapat kelas yang mempelajari tentang kerajinan keramik tanah liat.

"Aku belajar kerajinan ini langsung ke Bali karena kalau di Medan tidak ada kelas kerajinan tanah liat seperti ini," ujarnya kepada Tribun Medan, Sabtu (19/9/2022).

Baca juga: Puluhan Jenis Produk Masuk Pasar Modern, Bukti Komitmen Walikota Medan Bobby Tingkatkan UMKM

Dikatakannya, menjadi seorang perajin keramik tanah liat dilandasi karena ia menyukai seni rupa dan mencari peluang memiliki usaha di bidang seni.

"Awalnya sih karena aku suka melukis terus iseng-iseng cari di internet bagaimana bisa mendapatkan uang dari kesenian dan kemudian dapatlah kerajinan keramik tanah liat ini," ucapnya.

Meski pernah bekerja di sebuah perusahaan, Sarah mengaku tidak merasa cocok dan tidak nyaman dengan rutinitas bekerja menjadi seorang karyawan.

"Sebenarnya aku juga sudah coba membuat kerajinan aksesori terus kerja juga cuma belum cocok sama aku dan bosan dengan rutinitas yang seperti itu," katanya.

Saat ini Sarah telah menjual berbagai aksesori berupa anting, gelang, cincin serta peralatan meja seperti gelas, piring, vas bunga, dan gerabah yang bisa dipesan bentuk dan modelnya.

"Saat ini, aku jual barang-barang yang berbahan dasar keramik seperti perhiasan yang terbuat dari keramik yang dikeringkan terus ada berbagai perabotan yang menggunakan keramik juga dengan jenis yang berbeda dan di bakar," tuturnya.

Selain itu, Sarah juga sudah membuat sebuah studio, dimana masyarakat bisa berkunjung dan membeli serta mengikuti kelas membuat kerajinan keramik tanah liat.

Studio tersebut ia bangun setelah dia pulang dari Bali untuk belajar kerajinan keramik tanah liat.

"Kita juga ada buka kelas, jadi kita buka studio dimana masyarakat bisa datang dan berkunjung untuk sekedar melihat atau pun belajar kerajinan keramik. Sebelumnya di tahun 2019 aku memang sudah buat aksesori nih dari tanah liat, terus aku ke Bali untuk belajar menambah ilmu mengenai kerajinan ini dan ketika pulang dari Bali aku langsung membuat studio itu, beli tungku bakar, mesin putar dan bahan-bahan lainnya," tambahnya.

Kerajinan yang dia jual melalui media sosial dan sejumlah platform belanja online sudah diminati masyarakat hingga Pulau Jawa.

Harga yang ditawarkan Sarah untuk kerajinannya cukup murah yakni mulai Rp 25 ribu hingga Rp 500 ribu tergantung bentuk dan ukurannya.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved