Mengqadha Salat

Syarat dan Tata Cara Mengqadha Salat yang Terlewat

Kewajiban qadha salat ini dirujuk dari hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Ayu Prasandi
Surya
Ilustrasi salat Tahajud - Sholat Tahajud adalah sholat sunah yang dilakukan pada malam hari, yakni pada sepertiga malam akhir atau setengah malam akhir. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Mengqadha salat berarti mengganti salat yang ditinggalkan.

Hukum mengqadha salat wajib karena salat yang sudah terlewat waktunya tidak gugur kewajibannya.

Ada beberapa hadits yang menjadi dasar dari wajibnya mengqadha salat.

Kewajiban qadha salat ini dirujuk dari hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

”Siapa yang terlupa salat, maka lakukan salat ketika ia ingat dan tidak ada tebusan kecuali melaksanakan salat tersebut, dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku," (H.R. Bukhari).

Baca juga: Niat Puasa Daud, Hukum, Keutamaan, Tata Cara, dan Manfaatnya

Syarat dan ketentuan yang diperbolehkan mengqadha salat

Memang benar dalam Islam diperbolehkan mengqadha shalat yang ditinggalkan. Namun perlu diperhatikan, bahwa yang boleh mengqadha sholat itu ialah orang yang benar-benar tidak sengaja dalam meninggalkan sholat seperi ketiduran, lupa, pingsan, dan yang lain sebagainya.

Maka para ulama bersepakat bahwa wajib hukumnya mengqadha shalat yang terlewat.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

“barangsiapa yang lupa shalat, atau terlewat karena tertidur, maka kafarahnya adalah ia kerjakan ketika ia ingat” (HR. Muslim no. 684).

Namun, jika seseorang meninggalkan sholat dengan sengaja, apakah wajib mengqadhanya? Hal ini masih diperdebatkan oleh para ulama. Pendapat yang rajih dalam hal ini adalah pendapat yang menyatakan shalatnya tidak wajib di-qadha. Imam Ibnu Hazm Al Andalusi mengatakan:

“Adapun orang yang sengaja meninggalkan salat hingga keluar waktunya, maka ia tidak akan bisa mengqadhanya sama sekali. Maka yang ia lakukan adalah memperbanyak perbuatan amalan kebaikan dan shalat sunnah. Untuk meringankan timbangannya di hari kiamat. Dan hendaknya ia bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah Azza wa Jalla” (Al Muhalla, 2/10, Asy Syamilah).

Baca juga: Tata Cara Salat Tahiyatul Masjid, Lengkap dengan Niat dan Waktu Pelaksanaannya

Tata Cara Qadha Salat

Salat yang dikerjakan saat menqadha sama persis seperti salat yang ditinggalkan dalam hal sifat dan tata caranya.

Misalnya, jika seseorang terluput Salat Shubuh karena tertidur, maka ia wajib mengqadha dengan mengerjakan Salat yang sama dengan Salat shubuh.

Menurut Buku Pintar Sholat Bagi Wanita karya DR. Adil Sa'ad, Salat Qadha dilakukan sesuai dengan urutannya saat dikerjakan pada waktunya.

Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam Perang Khandaq.

Saat itu Nabi terlambat Salat Ashar, maka yang dilakukan Nabi adalah Salat Ashar terlebih dahulu kemudian sebelum Salat Maghrib.

(cr31/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved