Bocah Korban Kekerasan Seksual

Bocah 12 Tahun Dirudapaksa dan Diduga Dijual, Gubernur Sumut Perintahkan Anak Buah Dampingi Korban

Gubrnur Sumut, Edy Rahmayadi memerintahkan anak buahnya untuk segera mendampingi bocah berusia 12 tahun yang jadi korban rudapaksa

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Basarin Yunus Tanjung (tengah) bersama Ketua Yayasan Peduli Anak Dengan HIV Aids (YP ADHA) Saurma Siahaan, dan perwakilan OPD, konferensi pers terkait kekerasan seksual pada anak yang sedang viral di Sumut, di Kantor Komisi Penanggulangan Aids Sumut, Jalan Teladan, Nomor 15 Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memerintahkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendampingi bocah 12 tahun korban kekerasan seksual yang sedang viral saat ini.

Kepala Dinas Sosial Sumut, Basarin Yunus Tanjung mengatakan, bahwa Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi sudah bertemu langsung dengan bocah 12 tahun korban rudapaksa tersebut. 

“Pak Gubernur sudah memberi tugas kepada masing-masing OPD,” kata Basarin, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Memilukan, Bocah Perempuan 12 Tahun di Medan Diduga Dijual ke Acek-acek Hingga Terpapar HIV/AIDS

Dikatakan Basarin, Pemprov Sumut melalui beberapa OPD terkait sudah melakukan penanganan dan pendampingan terhadap korban.

Diantaranya Dinas Sosial Sumut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut dan Dinas Kesehatan Sumut. 

Jajaran OPD terkati memberi pendampingan psikologis, pengobatan dan lainnya. Pemprov Sumut melalui Dinas PPPA juga menjamin kerahasiaan segala sesuatu tentang korban termasuk dimana korban berada. 

“Dinsos sendiri kami bisa memulihkan harkat dan martabat serta sosialnya, ini (korban) kita harapkan tumbuh dan berkembang sesuai dengan anak-anak lainnya,” kata Basarin. 

Baca juga: Bocah Perempuan Dijual ke Acek-acek Diduga Jadi Budak Nafsu dan Terpapar HIV/AIDS, Kasat: Kami Usut

Melalui Basarin, Gubernur Edy Rahmayadi juga meminta segala pemberitaan terkait korban kekerasan seksual tersebut untuk tidak terlalu mendetail tentang kondisi maupun identitas dan keberadaan korban.

Menurutnya hal itu demi melindungi korban anak tersebut. 

Sementara itu, Ketua Yayasan Peduli Adha Saurma Siahaan mengatakan, ada pemberitaan yang terlalu vulgar menyebutkan status korban.

Bahkan ada pemberitaan yang menyebutkan lokasi rumah aman tempat korban berada.

Ia sangat menyayangkan adanya pemberitaan semacam itu. 

Baca juga: Diduga Jadi Budak Nafsu, Bocah 12 Tahun Juga Sering Dianiaya Bahkan Ditelanjangi Orang Terdekat

Menurut Saurma, korban mesti mendapat perlindungan termasuk informasi pribadi yang harus dijaga.

Ia tidak ingin korban semakin terbebani psikologisnya.

“Inilah yang kami jaga anak ini supaya jangan tambah lagi beban psikologisnya, anak ini bisa membaca, menonton dan memahami hal-hal yang disampaikan di media,” kata Saurma. 

Saurma mengajak seluruh pihak untuk melakukan hal yang terbaik untuk kepentingan anak.

“Kami ingin mengajak semua pihak termasuk kawan-kawan media untuk melakukan hal yang terbaik demi kepentingan anak, kami mohon kawal bagaimana kasus ini diselesaikan di kepolisian sebaik-baiknya,” katanya.(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved