Papua

NERAKA BERSORAK! Pelajar, Doktor, hingga Pendeta Bela Tersangka Koruptor Lukas Enembe

Marinus Yaung, satu di antara akademisi yang dengan terbuka mengkiritisi sikap aneh para simpatisan Lukas Enembe

Editor: Abdi Tumanggor
KOMPAS/FABIO MARIA LOPES COSTA
Kuasa hukum dan massa dalam aksi unjuk rasa penolakan penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan kasus gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, di Kota Jayapura, Papua, Senin (12/9/2022) (kiri). Foto insert Gubernur Lukas Enembe dan Mendagri Tito Karnavian (kanan). (KOMPAS/FABIO MARIA LOPES COSTA) 

TRIBUN-MEDAN.COM - NERAKA BERSORAK! Pelajar, Doktor, hingga Pendeta Bela Tersangka Koruptor Gubernur Papua Lukas Enembe.

Tokoh pemuda, akademisi, dan aktivis keagamaan asal Papua heran melihat situasi dan kondisi belakangan ini tempat kelahirannya di Bumi Cenderawasih. 

Di mana ribuan warga turun ke jalan untuk melakukan aksi pembelaan terhadap Gubernur Papua Lukas Eenembe karena menjadi tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Marinus Yaung, satu di antara akademisi yang dengan terbuka mengkiritisi sikap aneh para simpatisan Lukas Enembe yang mulai dari pelajar, doktor, hingga para tokoh agama rela turun ke jalan untuk membela sang koruptor.

"Uang darah otonomi khusus (Otsus) Papua, Rp 560 milyar habis di meja judi. Tetapi rakyat Papua dari anak SMU sampai Doktor, dari jemaat sampai Pendeta jemaat, semua berdiri membela pelakunya. Satu dunia sedang tertawa melihat, segini toh isi otak intelektual Papua?"

"Kasihan di group WA mahasiswa PPI Indonesia di luar negeri, mereka terheran-heran dengan sikap orang Papua. Saya juga yakin neraka sedang bersorak tetapi di surga sedang berduka karena orang Papua tidak berdiri di atas kebenaran," tulis Marinus Yaung yang dikutip Tribun-Medan.com, Selasa (20/9/2022), dari laman akun Facebooknya yang memiliki pengikut ribuan tersebut.

"Jangan takut suarakan kebenaran di jalan-jalan dan di ruang publik. Rakyat Papua sudah cukup lama menderita karena parasit dan kanker dalam tubuh rakyat Papua, belum dioperasi dan dicabut keluar.
Mari berdiri atas kebenaran untuk selamatkan masa depan Papua yang sedang terancam akibat uang otsus disalahgunakan," lanjut Marinus dengan mengunggah sebuah video anak kecil Papua yang tengah menghisap sebatang rokok. 

"Karena masa depannya dihancurkan oleh para koruptor yang sedang berkuasa di Papua jadilah anak kecil ini, dia memilih nikmati hidup dengan caranya sendiri, kira-kira pesannya seperti itu..."tulisnya lagi. 

"Itu urusan yang bersangkutan tidak perlu kita ikut campur. Kita juga tidak perlu jadi hakim juga. Bagi saya yang penting ada kemajuan SDM OAP, banyak yang sudah disekolahkan ke luar negeri dan bisa pulang itu sudah lebih dari cukup. Entah uang itu dipakai untuk kepentingan yang tidak jelas itu bukan urusan kita juga. So, keep pray for Papua," balas akun @Freddy Edoway.

Di mana diberitakan, ribuan pendukung atau simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe menggelar unjuk rasa di tujuh lokasi di Kota Jayapura, Papua, Selasa (20/9/2022).

Aksi ini menyebabkan sejumlah fasilitas publik dan pertokoan ditutup serta akses jalan dari Jayapura ke Sentani sempat terhambat.

Dikutip dari Kompas.com, unjuk rasa mulai terlihat di Waena, Distrik (kecamatan) Heram, sekitar pukul 09.00 WIT.

Massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Papua berjumlah sekitar 300 orang di lokasi tersebut. 

Sebanyak 2.000 personel disiagakan kepolisian untuk mengamankan aksi demonstrasi massa yang menolak penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved