Pekerja kafe dianiaya

PEKERJA Kafe Dianiaya di Deli Serdang, Ada yang Alami Robek di Kepala dan Telinga

Pekerja kafe dianiaya di  Cafe Duku Indah (CDI) Jalan Salang Tunas, Desa Namo Rube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Tiga pekerja Cafe Duku Indah (CDI) korban penganiayaan segerombolan orang didampingi kuasa hukumnya usai membuat laporan di SPKT Polda Sumut, Selasa (20/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah pekerja kafe dianiaya di  Cafe Duku Indah (CDI) Jalan Salang Tunas, Desa Namo Rube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang

Pekerja kafe dianiaya pada Minggu, 18 September pukul 00.30 Wib.

Pekerja kafe dianiaya dan diduga dirampok oleh sejumlah orang.

Atas kejadian ini korban didampingi kuasa hukumnya pun membuat laporan ke Polda Sumut, Selasa (20/9/2022).

Salah satu pekerja kafe yang turut menjadi korban, Mutia Andini mengalami memar di mata kiri dan perutnya pendarahan akibat diinjak-injak.

Baca juga: BOS Judi Online Kabur ke Singapura, Tujuh Asetnya di Komplek Cemara Asri Disegel Polisi

"Saya saat itu sedang kerja, tiba-tiba datang IK bersama kawan-kawannya menganiaya saya, perut saya diinjak. Ada yang pakai stik baseball," kata Mutia, Selasa (20/9/2022).

Mutia mengaku tidak tahu menahu penyebab IK dan kawan-kawannya menyerang tempat kerjanya.

Dia pun merasa tak pernah bermasalah dengan IK.

Kuasa hukum korban, Ranto Sibarani menyebut, aksi bar-bar dan premanisme itu mengakibatkan sejumlah pekerja kafe mengalami luka ringan hingga serius.

Seperti halnya Arya Rivfaldi Pratama (20), warga Binjai, ia mengalami luka di kepala bagian kanan. Sementara Putra (31), warga Jalan Binjai telinganya luka hingga dijahit.

"Masih ada karyawan lain yang menjadi korban. Ini ada dua pekerja pria yang kita bawa ikut melapor, dengan kondisi luka robek di kepala dan telinga 7 jahitan,"kata Ranto Sibarani.

Baca juga: PEMKO Medan Adakan Pasar Murah di 151 Kelurahan Mulai Hari Ini

Ranto mendesak Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak segera bertindak dan menangkap terhadap IK dan kawan-kawannya.

Ia khawatir aksi premanisme akan terus berulang.

"Inilah momentum kepolisian untuk bangkit mengambil simpatik dan kepercayaan masyarakat kembali," pungkas Rinto Sibarani.

(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved