Penundaan Pilkades

Pilkades Ditunda, Bupati Simalungun Dituding Punya Kepentingan, Radiapoh: Saya Mau Bangun Simalungun

Pilkades di Kabupaten Asahan sudah lama tertunda, sehingga mencuat adanya isu kepentingan Bupati Simalungun Radiapoh

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Bupati Simalungun menjelaskan soal penundaan pelantikan kepala desa se-Kabupaten Simalungun karena tabrakan aturan dan minimnya anggaran 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN- Pelaksanaan Pilkades (pemilihan kepala desa) atau pemilihan pangulu nagori di Kabupaten Simalungun sudah lama tertunda, sehingga mencuat isu adanya kepentingan Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga

Menjawab masalah tersebut, Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga mengatakan bahwa dirinya tidak punya kepentingan dalam Pilkades ini. 

"Ini bukan penundaan, tapi tertunda," kata Radiapoh, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Pelaksanaan Pilkades, Polres Asahan Bareng Brimob Polda Sumut Monitor Situasi Kamtibmas

Ia mengatakan, dirinya tidak punya kepentingan apapun. 

"Saya sampaikan tidak ada kepentingan pribadi saya dalam hal ini. Saya mau membangun di Simalungun ini. Dan ketika saya sudah selesai memimpin, ada oleh-oleh yang baik saya tinggalkan. Ada hal baik yang diingat masyarakat," kata Tadiapoh.

Menurut Bupati Simalungun, ada beberapa kendala dalam penundaan Pilkades atau Pilpanag, seperti disharmonisasi perundang-undangan, penentuan pemenang, perolehan suara banyak dengan Huta/dusun terbanyak dan pembiayaan yang tidak cukup.

Baca juga: Diduga Ada Kecurangan, Pilkades di Kabupaten Asahan Berujung Ricuh

"Pemerintah sudah mengusulkan untuk segera di lakukan Pilpanag. Ini merupakan  bukti keseriusan  kami pemerintah untuk  melaksanakan Pilpanag ini,"tandas Bupati.

Selanjutnya, Bupati menyampaikan, banyak persoalan yang harus kita kerjakan bersama dalam membangun Simalungun, seperti infrastruktur jalan, di mana hampir 1.100 Km jalan di Simalungun dengan kondisi rusak parah.

“Saya sudah seperti gosokan di Kementerian sana untuk  memperjuangkan ini, supaya ini segera di perbaikan, walaupun  ini merupakan jalan provinsi, tapi masyarakat kita tidak tau kalau itu bukan wewenangnya Bupati," jelas Bupati. 

Baca juga: Tinjau Pelaksanaan Pilkades di Asahan, Kapolda Sumut Kunjungi TPS di Desa Simpang Empat

Menyinggung soal kegiatan marharoan bolon (bergotong royong) yang sudah kita lakukan saat ini masi banyak salah kaprah dan salah tanggap soal  kegiatan marharoan ini.

"Banyak menganggap saya mengambil keuangan dari situ, namun kenyataannya uang saya pribadi ikut membantu terlaksana marharoan bolon itu. Saya hanya mau membangun di Kabupaten Simalungun ini jadi lebih baik. Dan kedepannya juga kita akan bangun Pasar induk di Simalungun ini tepatnya di Batu 7 jalan Asahan," sambung Bupati.

Dijelaskan Bupati bahwa, pasar induk ini akan di bangun oleh orang Simalungun, dan nantinya orang Simalungun juga yang mengisi pasar itu agar masyarakat bisa menjadi tuan rumah di kampung halaman sendiri.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved