Breaking News:

Konsorsium 303

SOSOK Lukas Enembe, Gubernur Papua Terseret Transaksi Judi 'Konsorsium 303' Sebesar Rp 560 Miliar

PPATK mengungkapkan telah menemukan aliran dana yang berkaitan dengan judi online senilai Rp 155 triliun. Kasus tersebut diduga menyeret Lukas Enembe

Editor: Abdi Tumanggor
Foto/Portalnawacita
GUBERNUR PAPUA: Foto terkait saat Gubernur Papua Lukas Enembe bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian di Kantor Mendagri Jakarta pada Jumat 17 Juni 2022 lalu. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyampaikan telah menemukan transaksi perjudian di sebuah kasino oleh Gubernur Papua Lukas Enembe sebesar Rp560 miliar (bawah batik corak kuning). Hal itu dipaparkan Ketua PPATK Ivan Yustiavandana didampingi Wakil Ketua KPK Alexander Marwata serta Menko Polhukam Mahfud MD dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi perjudian di sebuah kasino oleh Gubernur Papua Lukas Enembe sebesar Rp560 miliar.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan telah menemukan aliran dana yang berkaitan dengan konsorsium 303 atau judi online senilai Rp 155 triliun.

Dikutip dari Kompas TV, Koordinator Kelompok Substansi Humas PPATK, M. Natsir Kongah mengatakan hasil analisis tersebut telah disampaikan pada penyidik. "Yang bisa disampaikan, ada aliran ke pelajar, mahasiswa, oknum polisi. Tergambar dari transaksi yang ada," ujar Natsir Rabu (14/9/2022). 

Natsir menjelaskan angka Rp 155 triliun itu adalah akumulasi dari 121 transaksi yang ditemukan PPATK. Sementara itu, jumlah analisis yang dilaporkan pada penyidik mencapai 129 analisis.

Adapun modus yang PPATK temukan berupa penawaran-penawaran dari platform judi online, seperti togel. Saat ini, kata Natsir, ada banyak platform judi di Indonesia dan di antaranya dipromosikan lewat media sosial.

Soal rincian jumlah dana yang masuk ke kantong-kantong tertentu, termasuk yang mengalir ke rekening polisi, Natsir menyatakan, masih perlu menunggu informasi lebih jauh dari penyidik.  

Dengan sistem follow the money, PPATK akan menelusuri aliran dana itu ke pihak mana saja dan melaporkan hasil analisa tersebut kepada penyidik. "Nanti penyidik yang mencari alat buktinya," ucapnya. 

Piawai Dalam Melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang

PPATK juga telah mendeteksi adanya aliran uang yang terindikasi dana judi online ke berbagai Asia Tenggara, seperti Filipina, Thailand, dan Kamboja.

PPATK mengungkapkan bahwa pelaku-pelaku judi online sangat piawai untuk menghilangkan jejak penggunaan teknologi untuk menghindari pelacakaan tindak pidana pencucian uang. 

Selain itu dana judi online juga diduga mengalir hingga ke negara ‘tax haven’. PPATK kini berkoordinasi dengan lembaga intelijen keuangan di sejumlah negara tersebut.

PPATK mencatat pelaku kerap melakukan pergantian situs judi online baru, berpindah-pindah, dan berganti rekening. Selain itu, ada juga pelaku yang menyatukan hasil judi onlinenya dengan bisnis yang sah.

Kepada Kompas TV, Ketua Kelompok Humas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), M. Natsir Kongah menjelaskan, pada Tahun 2021 sebanyak 8.693 rekening terindikasi judi online senilai Rp 608,87 miliar. "Jadi hingga Juli 2022 sudah Rp 5 triliun aliran dana mencurigakan diblokir PPATK," sambungnya.

Sementara, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI pada Selasa (13/9/2022) lalu, mengatakan, sebanyak 121 juta transaksi judi online dengan aliran dana di dalamnya Rp 155,459 triliun (Rp 155 triliun).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved