Alumni UINSU Diharapkan Lakukan Pendekatan Integral dalam Ilmu Pengetahuan

... menegaskan agar alumninya sebagai manusia Ulil Albab yang menjadikan semua ruang dan waktu sebagai tempat dan waktu belajar. 

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/HO
Pelaksanaan wisuda UINSU Ke-78 Dilakukan secara hybrid. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Universitas Islam Negeri Sumatra Utara (UINSU) menggelar Wisuda ke-78 dengan pelaksanaan yang dilakukan secara hybrid di Gedung Gelanggang Mahasiswa (H Muhammad Arsyad Thalib) Kampus I Jalan IAIN No 1/Jalan Sutomo Medan, Rabu (21/9/2022)

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut Prof Dr Syahrin Harahap MA menegaskan agar alumninya sebagai manusia Ulil Albab yang menjadikan semua ruang dan waktu sebagai tempat dan waktu belajar. 

Demikian diungkapkan Rektor Prof Syahrin Harahap di hadapan 2.397 lulusan wisuda ke-78 UIN Sumut yang tersebar dalam delapan fakultas serta 1 Program Pascasarjana.

Dari 2.397 wisudawan dengan rincian 186 orang Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 292 orang Fakultas Syariah dan Hukum, 757 orang, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 213 orang Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, 428 orang Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Bisnis, 150 dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS), 129 orang Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), 207 orang Fakultas Sains dan teknologi (FST), 85 orang program Pascasarjana.

Baca juga: Protes Kenaikan BBM, Mahasiswa UINSU Blokir Jalan dan Bakar Ban di Depan DPRD Sumut

Kata Rektor, dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan menyelesaikan berbagai masalah, salah satu karakter yang harus dimiliki dan ditonjolkan oleh alumni adalah melakukan pendekatan integral dalam ilmu pengetahuan.

Begitu pula dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi dalam masyarakat yang beragam dan dinamis, alumni tidak saja menggunakan satu pendekatan disiplin ilmu yang ditekuninya, tetapi seyogyanya melibatkan tinjauan berbagai bidang dan pendekatan ilmu yang terkait dengan menghilangkan sekat-sekat dikotomi ilmu-ilmu tersebut.

Dengan demikian ujar Prof Syahrin, pembahasan, penjelasan, dan penerapan ilmunya bersifat komprehensif, holistik, kuat, dan memiliki manfaat yang besar bagi kemanusiaan dan tentu peradaban manusia.

"Alumni UIN Sumut diharapkan mampu banyak berkontribusi dalam membangun agama, bangsa, dan negara," jelasnya.

Sebagai pemegang amanah penyelenggaraan pendidikan lembaga ini, tentunya UIN Sumut punya harapan sekaligus keterbatasan, karenanya doa dan dukungan bersama sangat diharapkan agar lembaga pendidikan ini dapat berjalan dengan baik hingga dapat melahirkan nilai-nilai kebaikan yang adil dan maslahat.

Di samping pelaksanaan wisuda, ribuan wisudawan UIN Sumut ke-78 menyayangkan keputusan Rektor yang menetapkan wisudawan terbaik saja yang boleh mengikuti wisuda secara langsung dan selebihnya diikuti secara online.

Sebagaimana yang disampaikan seorang mahasiswa Mutiara peserta wisuda, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaksanaan wisuda yang terkesan tidak adil.

"Kami hanya ingin menggugat agar wisuda dilaksanakan secara offline, walau pun berjalan wisuda hari ini, tetapi menurut kami ini tidak sah karena pihak kampus tidak memberikan surat edaran resmi untuk pelaksanaan wisuda online. Bisa dilihat juga dari peserta wisuda, banyak yang tidak mengikuti zoomnya," ujarnya.

Pelaksanaan proses wisuda diumumkan secara tiba-tiba, padahal sempat ditunda selama enam bulan. Untuk pelaksanaan wisuda itu, fakultas tidak memberikan pinjaman toga wisuda.

Sedihnya lagi kami ini tidak diberikan fasilitas peminjaman toga, kami disuruh cari sendiri dengan pengumumannya yang sangat mendadak,” kata wisudawan tersebut.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved