UPDATE Invasi Rusia

BABAK BARU Perang Rusia Ukraina, Putin Umumkan Mobilisasi 300 Ribu Tentara Wajib Militer

Pemimpin Eropa dan Amerika beramai-ramai mengecam keputusan terbaru Putin ini dan menjanjikan bantuan militer yang lebih banyak.

Editor: Tariden Turnip
twitter
Pasukan Ukraina memamerkan rongsokan alutsista Rusia yang dihancurkan di Pravdyne, Kherson.BABAK BARU Perang Rusia Ukraina, Putin Umumkan Mobilisasi 300 Ribu Tentara Wajib Militer 

TRIBUN-MEDAN.COM - Perang Rusia Ukraina memasuki babak baru seteah Presiden Rusia Vladimir Putin, mobilisasi parsial ( perekrutan warga Rusia menjadi tentara wajib militer) Rabu 21 September 2022 untuk mempertahankan pendudukan wilayah Ukraina yang direbutnya dalam invasi sejak 24 Februari 2022.

Pasukan Rusia yang diperkuat para tahanan dan bandit dipukul mundur pasukan Ukraina di zona perang timur.

Pasukan Ukraina membebas 3.000 km persegi dari cengkeraman pasukan Rusia.

Pengumuman mobilisasi parsial ini membuat pasar saham Rusia turun tajam, dan terjadi lonjakan penjualan tiket pesawat untuk meninggalkan Rusia itu.

Profesional muda, target wajib militer dalam mobilisasi parsial ini berupaya meninggalkan Rusia sesegera mungkin.

Pengumuman ini juga menjadi tanda bahwa Putin tidak menginginkan Invasi ke Ukraina berhenti yang berarti akan memperpanjang krisis energi dan pangan dunia.

Pemimpin Eropa dan Amerika beramai-ramai mengecam keputusan terbaru Putin ini dan menjanjikan bantuan militer yang lebih banyak.

Wawancara Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu, yang direkam sebelumnya ditayangkan setelah pengumuman Putin, menegaskan bahwa mobilisasi parsial akan melibatkan warga yang memiliki pengalaman militer.

Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) meninjau kapal angkatan laut Rusia di pelabuhan Sevastopol di Krimea pada 9 Mei 2014, dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Keamanan Federal (FSB) Alexander Bortnikov (kanan) dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (kiri).
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) meninjau kapal angkatan laut Rusia di pelabuhan Sevastopol di Krimea pada 9 Mei 2014, dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Keamanan Federal (FSB) Alexander Bortnikov (kanan) dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (kiri). (YURI KADOBNOV / AFP)

Sergey Shoigu mengatakan sekitar 300.000 orang seperti itu akan dipanggil jadi tentara Rusia yang dikirim ke Ukraina.

Sergei Shoigu mengatakan 300.000 tentara cadangan – hanya sebagian kecil dari 25 juta warga Rusia yang memenuhi syarat wajib militer, akan dipanggil bertahap sesuai kebutuhan.

Halaman
123
Sumber: bbc
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved