Berita Medan

Buru Bos Judi Online ABK ke Singapura, Polda Sumut Ajukan Red Notice ke Bareskrim 

Terkini, Polda Sumut telah mengajukan penerbitan red notice untuk bos judi online, ABK alias Jonni ke Bareskrim Polri.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: mustaqim indra jaya
HO/Tribun Medan
Foto DPO Polda Sumut, bos judi online, Apin BK alias Jonni. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bos judi online di Kompleks Cemara Asri, Kecamatan Percut Seituan hingga kini masih bebas berkeliaran.

Terkini, Polda Sumut telah mengajukan penerbitan red notice untuk bos judi online, ABK alias Jonni ke Bareskrim Polri.

Pengajuan red notice bos judi online itu telah dikirim Polda Sumut ke Mabes Polri untuk diproses lebih lanjut.

Baca juga: Pemilik Berhasil Kabur ke Singapura, 7 Aset Bos Judi Online di Kompleks Cemara Asri Disegel POLISI

"Polda Sumut sudah mengajukan red notice melalui Divhubinter Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Polda Hadi Wahyudi, Rabu (21/9/2022).

Hadi mengatakan, red notice merupakan permintaan penangkapan terhadap seseorang yang ditetapkan sebagai buron atas tindak kejahatan.

Kemudian red notice dikeluarkan Interpol setelah adanya permintaan dari negara yang bersangkutan. 

Dalam hal ini, penerbitan red notice terhadap ABK, petugas berkoordinasi dengan interpol National Central Bureau (NCB) untuk Indonesia atau Interpol Indonesia. 

"Prosedur pengajuan red notice kan kepada Interpol, tata caranya itu harus dari penyidik kemudian ke Wasidik (pengawas penyidik), ke Bareskrim, kemudian mengajukan ke Divhubinter Mabes Polri," sebut Hadi

Sejauh ini Polda Sumut telah menetapkan dua tersangka dalam kasus judi online terbesar di Sumut berkedok Kafe.

Adapun tersangka yakni ABK alias Jonni selaku diduga bos dan anak buahnya Niko Prasetia sebagai pimpinan operator judi online.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved