Breaking News:

News Video

Diduga Ada Praktik Korupsi, Masyarakat Geruduk Kantor Pembangunan Jalan Tol Indrapura - Kisaran

Diduga ada praktik korupsi di pembangunan jalan tol Indrapura - Kisaran KM 155, puluhan masyarakat mendatangi kantor proyek tol trans Sumatera

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, BATUBARA - Diduga ada praktik korupsi di pembangunan jalan tol Indrapura - Kisaran KM 155, puluhan masyarakat mendatangi kantor proyek tol trans Sumatera di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Rabu(21/9/2022).

Puluhan pemuda yang mengatas namakan lembaga aspirasi rakyat (Barka) menggeruduk untuk mempertanyakan dugaan korupsi yang dilakukan oleh empat orang petinggi perusahaan yang menjadi vendor pembangunan tol trans Sumatera tersebut.

Kordinator aksi, Muhammad Sobirin mengaku, adanya ketidak sesuaian Quarry atau tanah galian untuk membangun jalan tol.

Pasalnya, menurutnya, pengambilan tanah galian tersebut terbilang terlalu kejauhan sehingga dapat merugikan negara.

"Permintaan kami, kenapa quarry(tanah timbun) yang untuk membangun jalan tol di KM 155 hingga 157 tersebut diambil dari yang jauh. Sedangkan yang dekat ada. Kami menduga ini ada permainan agar dapat menaikan kos atau pengeluaran," ujar Sobirin.

Lanjutnya, seharusnya pengusaha dapat menekan angka pengeluaran dengan cara mencari lahan tanah timbun lainnya.

"Seharusnya menurut kami, yang paling tepat berada di Desa Tanah Rakyat, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan yang hanya berjarak 1 hingga 5 kilometer dari pembangunan jalan tol. Bukan di Kecamatan Setia Janji yang jaraknya hingga 10 kilometer," ujarnya.

Ia mengatakan, data tersebut diperolehnya dari hasil investigasi tim Barka yang turun langsung ke pembangunan proyek jalan tol tersebut.

"Jangan sampai masyarakat berspekulasi bahwa ada kong kalikong di pembangunan jalan tol ini. Kami disini peduli dengan hal tersebut. Berdasarkan hasil investigasi kami, diduga ada kerugian negara sebesar Rp 6,4 miliar," ujarnya.

Sementara Hendrajat, perwakilan dari jalan proyek pembangunan tol tersebut menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena banyak pertimbangan yang harus diambil oleh perusahaan.

"Yang pertama, disana itu tanahnya tidak mencukupi. Sehingga kami mengambil yang lebih jauh, dan itu sudah mencukupi," katanya.

Ia mengatakan saat ini masih banyak ruas jalan tol yang tanahnya belum di Bebaskan, sehingga masih banyak keterlambatan.

"Sehingga, kalau kita ambil yang terdekat itu, tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan. Tapi, mana tau ada vendor nanti yang selain kami akan mengambil, kami belum tau," pungkasnya.

(cr2/www.tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved