Berita Seleb

Dulu Tinggal di Rumah Reyot, Rara LIDA Teringat Perjuangan Mendiang Ayahnya

Memang ayah Rara LIDA sudah berpulang. Itu yang membuat Rara LIDA kembali mengingat-ingat perjuangan ayahnya dulu.

Tayang:
Instagram/YouTube
Begini curahan hati Rara LIDA saat mengenang sosok ayah tercinta. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pedangdut Rara LIDA saat memang menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

Meski begitu, Rara LIDA mengaku tak pantas jika saat ini disebut sebagai tulang punggung.

Memang ayah Rara LIDA sudah berpulang. Itu yang membuat Rara LIDA kembali mengingat-ingat perjuangan ayahnya dulu.

Mengawali karir sebagai pedangdut, kini Rara LIDA kian eksis di panggung hiburan Tanah Air.

Dengan kepiawaiannya di bidang seni, mengantarkan gadis Prabumulih ini mendapat tempat di hati masyarakat.

Bahkan kini dara bernama lengkap Tiyara Ramadhani ini memiliki banyak penggemar yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.

Namun, siapa sangka di balik kesuksesan yang diraihnya, Rara LIDA memiliki kisah kehidupan yang sangat memilukan.

Demi bisa meraih impiannya, Rara LIDA harus ikhlas ditinggalkan ayahnya saat berusia 16 tahun.

Rumah Rara LIDA
Rumah Rara LIDA (Kolase/instagram)

Bahkan kala itu, Rara LIDA harus menerima dua kabar sekaligus yakni kabar bahagia sekaligus duka.

Pasalnya setelah dinyatakan lolos audisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) tahun 2018, Rara LIDA juga harus menerima kenyataan jika sang ayah meninggal dunia.

Di hadapan Gilang Dirga, Rara LIDA pun membeberkan perjuangan orang tuanya yang membuatnya bisa sukses seperti saat ini.

Kisah perjuangan orang tua Rara LIDA ini dibagikannya melalui tayangan YouTube Adiez Gilang beberapa waktyu lalu.

Begini curahan hati Rara LIDA saat mengenang sosok ayah tercinta.
Begini curahan hati Rara LIDA saat mengenang sosok ayah tercinta. (Instagram/YouTube)

Dalam perbincangannya bersama Gilang Dirga, Rara LIDA mengungkapkan perjuangan untuk bisa bertahan demi keluarga.

"Banyak generasi dan bibit unggul yang bakal dateng, jadi cakmano caro Rara untuk biso bertahan, karno inilah mato pencarian Rara sekarang," ujar Rara.

"Mato pencarian Rara di sini, Rara ngedopi keluargo di sini, jadi yo cakmano caronyo harus total," tambahnya.

"Oh iyo iyo, bukan untuk Rara dewek kan berarti untuk keluargo jugo," ujar Gilang Dirga.

Dalam kesempatan itu pula, Gilang Dirga menilai jika Rara merupakan sosok yang dewasa di dalam keluarganya.

Oleh sebab itu, Gilang Dirga menyinggung mengenai sosok pengganti almarhumah ayah Rara LIDA saat ini.

"Di panggung kan kau menempatkan diri sebagai budak kecik (anak kecil), tapi ternyata kalo ngomongin soal keluarga, apakah ada mindset Rara sekarang menjadi pengganti almarhum bapak?," tanya Gilang.

Namun, justru Rara tidak ingin dianggap sebagai tulang punggung keluarga.

"Kalo pengganti idak, Rara tuh idak ngeraso kalo tulang punggung keluargo, soalnyo ngeliat dari perjuangan ayah samo ibuk sih," ujar Rara LIDA.

Rara LIDA
Rara LIDA (Instagram)

Rara LIDA merasa tidak pantas untuk disebut sebagai tulang punggung keluarga karena perjuangannya tidak sebanding dengan apa yang telah dikorbankan oleh kedua orang tuanya dulu.

"Rara ngeraso idak jadi tulang punggung keluargo, karno perjuangan Rara tuh idak sebanding dengan perjuangan ibuk samo ayah dulu," jelasnya.

Bahkan saat membicarakan sosok ibunya, Rara LIDA tak kuasa menahan air matanya.

Rara bercerita jika ibunya sosok yang sangat peduli dan perhatian.

Bahkan sang ibu setiap hari masak banyak makanan untuk dirinya.

"Pagi-oagi pas Rara nak berangkat begawe (kerja), dio (ibuk) selalu nyiapke teh samo madu dak pernah lewat, kalo dak tuh jamu," ungkapnya.

"Pokoknya setiap pagi itu harus ado yang diminum, bahkan banyu putih didoai, diminum," lanjutnya.

Namun, ada satu momen yang membuat Rara LIDA menjadi sangat sesak.

Karena pada saat itu, ibu Rara meminta untuk pulang ke Prabumulih untuk bekerja.

Karena sang ibu merasa tidak nyaman jika hanya di rumah saat di Jakarta.

"Sebenernyo ado ibu waktu itu ngomong dio nak balek, dio nak begawe. Di situ saket hati paleng besak nian, karno apo ye dak tau sih, mungkin ibuk dulu kan biso dibilang pekerjo keraslah, dari pagi sampe ke pagi kan begawe," ungkap Rara LIDA.

"Itu pas awal-awal tuh ibu ngomong, apo ibuk balek bae ye? Begawe apo cakmano, soalnyo ibuk tuh kalo di rumah bae ibuk tuh cak lesu (capek)," lanjut Rara.

"Soalnyo juga dak katek kawan kan di rumah, Rara jugo idak terlalu percayo samo wong, takut ado apo-apo," tambah Rara

Rara juga merasa ibunya merasa bimbang dan dilema karena berjauhan dengan sang adik yang tinggal di Prabumulih.

"Rara tuh tau pikiran ibuk pasti tepecah-pecah mikirke Rara, mikirke adek jugo di situ, dapur tuh dua yang dipikirke.

(*/ Tribun-Medan.com)

Artikel ini sudah tayang di Sripoku.com

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved