Berita Seleb
HOTMAN Paris Tersenyum hingga Sindir Pedas Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait, Ada Apa ?
Tiba-tiba Hotman Paris beri sindiran pedas ke Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait, menurutnya kedua aktivis ini bersaing dalam setiap mengawal kasus.
TRIBUN-MEDAN.com – Belakangan ini Kak Seto mendapat hujatan dari warganet di media sosial, pasalnya ia ngotot membela istri Ferdy Sambo.
Bahkan, Arist Merdeka Sirait pun menyindir pedas sikap Kak Seto tersebut.
Namun baru-baru ini, Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait bertemu dalam suatu kesempatan yang membuat pengacara kondang Hotman Paris tersenyum.
Hal ini bukan tak beralasan, lantaran saat itu terlihat Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait akur dan kompak.
Pertemuan itu terjadi karena Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait kompak datang ke kantor polisi, untuk mengawal kasus ABG 13 tahun disetubuhi empat bocah di Taman Kota, Jakarta Utara.
Dalam perkara kasus tersebut, Hotman Paris adalah kuasa hukum keluarga korban.
Melihat kekompakan Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait, Hotman Paris mengaku heran hingga berikan sindiran.
Menurut Hotman Paris, Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait seperti sedang bersaing dalam setiap mengawal kasus.
"Ada satu hal yang saya, agak prihatin, sangat prihatin. Dua jenderal penting ini kayaknya bersaing ( Arist Merdeka Sirait dan Kak Seto)," kata Hotman Paris.
"Oh enggak, enggak," timpal Arist Merdeka Sirait.
"Ntar dulu, itu perspektif, pendapat saya. Berbeda-beda pendapat. Saya harus ngomong apa adanya," ujar Hotman Paris.
Secara blak-blakan, Hotman Paris mengatakan jika dalam kasus dugaan tindakan asusila di Malang pihak Kak Seto jadi saksi ahli untuk meringankan pelaku dan Arist Merdeka Sirait membela para korban.
"Dalam kasus dugaan pemerkosaan oleh pimpinan sekolah SPI Malang, beliau (Kak Seto) jadi saksi ahli untuk meringankan pelaku. Beliau (Arist Merdeka Sirait) membela para korban," pungkas Hotman Paris.
Hotman Paris pun mempertanyakan kedua aktivis ini bersaing atau hanya berbeda pendapat saja.
Tak hanya itu, Hotman Paris menyoroti sikap Kak Seto yang memilih menjadi saksi ahli untuk terdakwa.
"Jadi artinya, dua-duanya aktivis, apakah itu bersaing atau beda pendapat, saya enggak tahu. Tapi kasus itu sangat menarik perhatian masyarakat. Banyak pertanyaan ke Kak Seto 'kok Kak Seto malah jadi saksi ahli untuk si terdakwa'. Itu hanya perhatian kita sebagai masyarakat," ungkap Hotman Paris.
(*/tribun-medan.com)