Berita Medan

KEDAPATAN Bawa 250 Butir Ekstasi, Dua Warga Tuntungan Ini Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Dua pria warga Medan Tuntungan jalani persidangan perkara narkotika jenis ekstasi di Pengadilan Negeri Medan

Penulis: Edward Gilbert Munthe | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/EDWARD
Majelis hakim yang diketuai Denny Lumbang Tobing saat menanyakan kepada para terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (21/9/2022).   

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Dua pria warga Medan Tuntungan menjalani persidangan perkara narkotika jenis ekstasi di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (21/9/2022).

Kedua terdakwa itu yakni Rezha Agung Pehulisa Sitepu dan Sahlin Habib, didakwa perkara narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 250 butir.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pantun Marojahan Simbolon dalam dakwaannya dihadapan Majelis Hakim dan penasehat Hukum terdakwa Kartika Sari mengatakan, dalam perkara ini terdakwa ditangkap tidak hanya berdua melainkan bersama saksi MHD Yusuf Azhari

Baca juga: Bawa Ganja 49 kg, Warga Medan Deli Divonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar di PN Medan

"Terdakwa, Rezha Agung Pehulisa Sitepu, Sahlin Habib dan saksi Mhd Yusuf Azhari ditangkap oleh tiga orang personil polisi yakni Hardi Amran, Rinto Aruan dan Roni O.F Barus  (masing-masing anggota Polisi dari Polsek Medan Kota) di Jalan Brigjen Katamso Gang Subur, Kecamatan Medan Maimun Kota Medan,"ujar JPU Pantun. 

Ceritanya berawal pada Selasa 21 Juni 2022 sekira pukul 22.30 wib, saksi Hardi Amran, Rinto Aruan dan Roni O F Barus mendapatkan informasi dari masyarakat.

Selanjutnya para saksi menuju tempat tersebut dan sesampainya lokasi, para saksi melihat satu unit mobil merah keluar dari dalam gang, lalu para saksi memberhentikan mobil tersebut.

"Dari dalam mobil itu para saksi polisi melakukan penangkapan terhadap Terdakwa Rezha Agung Pehulisa, Sahlin Habid dan Mhd Yusuf Azhari,kemudian para saksi melakukan penggeledahan ditemukan satu tas selempang berwarna biru dongker dengan merek Adidas dari belakang bangku supir yang berisikan 5 bungkus plastik transparant. Masing-masing 50 butir pil berwarna merah muda diduga Narkotika jenis ekstasi,"kata JPU Pantun.

Kemudian para saksi melakukan introgasi terhadap terdakwa dan mereka mengakui bahwa narkotika jenis pil ekstasi itu adalah milik kedua terdakwa yang dibeli dari Ikhsan (belum tertangkap) seharga Rp 30 juta rupiah.

Namun kepada polisi kedua terdakwa ingin berkilah dengan mengatakan kalau narkotika jenis pil ekstasi itu adalah barang opal atau barang palsu.

Selain itu kedua terdakwa juga menyebutkan,kalau kedua terdakwa lagi menunggu dua orang laki-laki yang tidak diketahui identitasnya yang akan mengembali kan uang kedua terdakwa, 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved