Brigadir J Ditembak Mati
Pandangan Rocky Gerung dan Profesor Hermawan Soal Kasus Sambo Terkini, 'Pertempuran' di Persidangan?
Majelis sidang banding etik memutuskan menolak permohonan banding terkait putusan PTDH atau pemecatan Ferdy Sambo dari Kepolisian.
TRIBUN-MEDAN.COM - Majelis sidang banding etik memutuskan menolak permohonan banding terkait putusan PTDH atau pemecatan Ferdy Sambo dari Kepolisian.
Ferdy Sambo pun resmi tak menjadi anggota Bhayangkara lagi.
Sidang banding ini dipimpin oleh Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto di Mabes Polri, Senin (19/9/2022). Putusan banding ini bersifat final dan mengikat.
Terkait hal ini, Pengamat Politik Rocky Gerung turut angkat bicara atas kasus tewasnya Brigadir J hingga pemecatan Ferdy Sambo tersebut.
Rocky Gerung menilai kasus Ferdy Sambo bisa melebar dan mengancam berbagai pihak.
"Tapi kasus Ferdy Sambo membuat kita bening melihat kerapuhan institusi itu sampai ke tingkat yang paling tinggi pada akhirnya," jelasnya dikutip dari akun YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (20/9/2022).
Tak hanya itu, Rocky Gerung melihat akan banyak pihak yang merasa panik jika kasus Ferdy Sambo sampai ke pengadilan.
"Banyak yang was-was ketika di pengadilan. Sambo akan menjadi semacam pintu "pertempuran" di Pengadilan untuk membuka korupsi-korupsi yang semakin menggila dalam peristiwa ini atau justru kasus ini akhirnya tidak bisa dibuka," tegasnya.
Selain itu, Rocky Gerung berpendapat jika Ferdy Sambo memiliki kartu atas kasus yang kompleks tersebut. "Sebagai tersangka Ferdy Sambo belum mengeluarkan kartu yang dia turunkan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Rocky Gerung juga menyatakan jika kasus yang menjerat Ferdy Sambo berbelit dan mengandung muatan politis yang kuat.
"Perkara Ferdy Sambo ini akan kompleks karena di dalamnya ada kepentingan yang makin lama makin berlapis-lapis," ucapnya dikutip dari akun YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (20/9/2022).
"Dan politisasi kasus ini masih akan terus berlanjut karena Ferdy Sambo mewakili satu kondisi yang betul-betul berantakan dan kita melihat pat gulipat, sogok menyogok, ancam mengancam itu terjadi di belakang kriminalnya Sambo," ungkapnya.
"Ancam mengancam politik terjadi, intai mengintai jabatan juga terjadi," sambungnya.
Selain itu, Rocky Gerung melihat dengan berlarutnya kasus Ferdy Sambo tersebut dapat mengacaukan agenda strategis nasional.
Rocky Gerung menambahkan, banyak negara seperti Russia dan Ukraina yang justru khawatir datang ke Indonesia. "Mereka pasti khawatir jika datang ke sini. Soalnya situasinya lagi kacau, keamanan sedang tidak baik-baik saja," jelasnya.
"Nah kartu ini yang orang tunggu. Jangan sampai kartu itu memporakporandakan agenda politik Presiden Jokowi ada Pemilu, G20," jelasnya.
Baca juga: BERKAS Perkara Ferdy Sambo dkk Telah di Kejaksaan Agung, Polri Bantah Ulur Waktu Penanganan Kasus
Ferdy Sambo Ditinggalkan Gengnya setelah Resmi Dipecat, Kartu AS yang Dimiliki Tak Berguna
Sementara, efektifitas Kartu AS yang dimiliki Ferdy Sambo dalam menyelamatkannya di kasus pembunuhan Brigadir J tidaklah begitu berguna. Buktinya, karir Ferdy Sambo berakhir di kepolisian lantaran diberhentikan secara tidak hormat dan tidak mendapatkan uang pensiun.
Hal itu menurut pandangan pengamat Kepolisian Profesor Hermawan Sulistyo atau yang kerap disapa Prof Kiky yang menanggapi banding Ferdy Sambo yang ditolak Majelis Kode Etik Polri.
Menurut Hermawan Sulistyo, pemecatan Ferdy Sambo menjadi akhir dari mantan Kadiv Propam Polri tersebut. Baik secara legal formalistik ataupun de facto Ferdy Sambo sudah tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri.
Tak hanya itu, Hermawan Sulistyo juga menyebut usai dipecat dari Kepolisian, Ferdy Sambo disebut ditinggal oleh seluruh teman dan pasukannya baik dari dalam polri maupun dari luar polri.
Meskipun uang Ferdy Sambo masih segunung, menurut Hermawan Sulistyo hal itu akan berdampak kecil pada dirinya dalam kasus ini. Sebab, hampir semua orang akan ketakutan apabila berani-berani bermain dalam kasus Ferdy Sambo.
Kasus Ferdy Sambo yang menjadi perhatian mata masyarakat Indonesia bisa membuat siapa saja akan habis karirnya apabila bermain-main dalam kasus tersebut.
"Jangankan jenderal, kita aja punya duit, mungkin pernah utang budi segala macam, tapi dalam situasi seperti ini siapa berani main uang kalau ketahuan karirnya habis," beber Hermawan dikutip dari Kompas Tv pada Rabu (21/9/2022).
Sehingga Peneliti LIPI itu meyakini betul bahwa seluruh lingkaran Ferdy Sambo baik dalam institusi Polri ataupun di luar Polri akan menjauh dari mantan Irjen tersebut.
Apalagi saat Polri memberi sanksi kode etik terhadap 80 polisi yang mencoba melindungi tersangka pembunuhan Brigadir J, itu membuat semua orang di lingkaran Ferdy Sambo menciut.
"Tapi kan kalau sudah gini siapa yang mau bela dan mau masuk ke dalam pusaran seperti itu, semua kan menjauh," bebernya.
Ferdy Sambo ketika menjalani rekonstruksi pada Selasa 30 Agustus 2022. (HO)
Soal efektifitas Kartu AS yang dimiliki Ferdy Sambo dalam menyelamatkannya di kasus pembunuhan Brigadir J, menurut Hermawan Sulistyo tidaklah begitu berguna.
Buktinya kata Hermawan, karir Ferdy Sambo berakhir di kepolisian lantaran diberhentikan secara tidak hormat dan tidak mendapatkan uang pensiun.
Pemecatan Ferdy Sambo itulah yang membuat Peneliti LIPI itu meyakini bahwa kartu AS yang dimiliki mantan pejabat kepolisian tersebut tidak terlalu efektif.
"Bagaimana kartu AS, kalau dia sebenarnya punya itu saja tidak bisa keluarkan untuk dirinya sendiri," bebernya dikutip dari Kompas Tv pada Rabu (21/9/2022).
Kata Hermawan, apabila Ferdy Sambo benar-benar memiliki kartu AS yang mumpuni, seharusnya karir polisi tersebut tidak berakhir seperti ini.
"Kalau dia punya Kartu AS, seharusnya, Ferdy Sambo hanya diberikan skorsing atas kasus pidana pembunuhan berencana yang menjeratnya," tegasnya.
"Kalau dia beneran punya minimal dia terlindungilah, minimal di skorsing misal 50 tahun bisa jadi, ini kan enggak, bisa jadi kartu AS-nya dia enggak bisa mainin," sambung Hermawan.
Diketahui Ferdy Sambo resmi dipecat dari kepolisian setelah putusan bandingnya ditolak oleh Majelis Kode Etik Polri.
Pemecatan Ferdy Sambo dilatarbelakangi dari kasus pembunuhan mantan ajudannya Brigadir J yang berhasil terungkap.
Ferdy Sambo menjadi dalang dari kematian Brigadir J di rumah dinasnya di Kompelks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Baca juga: BERKAS Perkara Ferdy Sambo dkk Telah di Kejaksaan Agung, Polri Bantah Ulur Waktu Penanganan Kasus
(*/tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Usai Dipecat, Pengamat Yakin Ferdy Sambo Ditinggal Seluruh Teman dan Pasukan,
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Banyak yang Terlibat, Rocky Gerung Sebut Ferdy Sambo Jadi Pintu Pembuka Kasus Besar Lainnya,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mantan-Kadiv-Propam-Ferdy-Sambo-tersenyum-saat-rekonstruksi-pembunuhan-Brigadir-J.jpg)