Breaking News:

TRIBUNWIKI

SOSOK Brigjen Tama Ulinta, Perempuan Berdarah Batak yang Dobrak Sejarah Jadi Hakim Agung Militer

Di balik karier militernya yang moncer, ternyata perempuan kelahiran 3 Maret 1965 itu sempat mengungkap adanya paham LGBT di Tubuh TNI.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Sosok Brigjen TNI Tama Ulinta Br Tarigan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Brigjen TNI Tama Ulinta beru Tarigan mendobrak sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Hakim Agung Militer di Mahkamah Agung RI.

Di balik karier militernya yang moncer, ternyata perempuan kelahiran 3 Maret 1965 itu sempat mengungkap adanya paham LGBT di Tubuh TNI.

Brigjen TNI Tama Ulinta Tarigan dalam karya tulis yang ia paparkan pada Seleksi Hakim Agung Militer tahun 2021 lalu menyampaikan, bahwa temuan LGBT di tubuh TNI lumayan banyak.

Baca juga: SOSOK GM Panggabean, Tokoh Berdarah Batak yang Disegani di Kota Medan

Brigjen TNI Tama Ulinta Br Tarigan SH, MKN menjabat Kepala Pengadilan Militer (Kadilmilti)
Brigjen TNI Tama Ulinta Br Tarigan SH, MKN menjabat Kepala Pengadilan Militer (Kadilmilti) (TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK)

Hal itu ia jawab saat ditanyai oleh salah satu panelis, Prof Amzulian Rifai SH, LLM., Ph.D. 

“Mengenai penemuan hukum terkait dengan kasus LGBT, memang akhir-akhir ini beberapa waktu yang lalu mungkin sekarang sudah tidak lagi karena mungkin (sudah ada) tindakan yang tegas sampai ke tingkat Mahkamah Agung,” kata beru Tarigan tersebut. 

“Memang kasus LGBT ini agak banyak di lingkungan TNI karena mereka bergabung dan mempunyai  komunitas yang sama dengan LGBT masyarakat sipil lainnya. LGBT tidak memandang jabatan juga, Prof. Jadi ada yang pangkat tinggi sampai terendah,” kata Ulinta dalam paparannya.

Disampaikan Ulinta, dengan adanya temuan tersebut, oleh pengadilan militer bahkan sampai tingkatan kasasi melalui rapat pleno di kamar-kamar pada kamar militer Mahkamah Agung telah dilakukan suatu terobosan. 

“Karena untuk kasus LGBT ini, Undang-undang tidak secara tegas diatur, karena hanya terkait dengan pasal susila dan lain sebagainya. Oleh karena ada suatu surat dan ketegasan dari Panglima TNI bahwa LGBT tidak bisa dibiarkan. Jadi harus diberantas sampai setuntas-tuntasnya,” kata Ulinta.

Lanjut perempuan asal matra Angkatan Darat, bahwa Panglima TNI kepada masing-masing matra angkatan (darat, laut dan udara) telah menyampaikan bahwa dilarang untuk dilakukan perbuatan/pemahaman LGBT.

Baca juga: Nyanyian IPW Soal RBT Diduga Bos Konsorsium 303 Turut Menyenggol Sosok Orang Paling Berpengaruh Ini

“(LGBT) dimasukkan ke dalam kelompok pelanggaran perintah dinas dan penegakan hukum pasal sesuai 103 KUHPM terkait dengan pasal asusila LGBT,” ujar Ulinta memaparkan karya tulisnya kepada Prof Amzulian Rifai, Kepala Ombudsman RI tahun 2016-2021.

Jawaban Tama Ulinta tersebut pun mendapatkan perhatian serius oleh panelis dalam seleksi Hakim Agung Militer TNI, bahwa Tama dianggap sangat mengikuti berbagai aspek kehidupan di dunia TNI.

Sebagai informasi, karier militer Brigjen TNI Tama Ulinta br Tarigan banyak dihabiskan di dunia persidangan. Ia memulai karier di Pengadilan Militer sejak 1993.

Sosok Brigjen TNI Tama Ulinta Br Tarigan
Sosok Brigjen TNI Tama Ulinta Br Tarigan (HO)

Lalu sempat menjadi Wakil Kepala Pengadilan Militer I-04 Palembang, Wakil Kepala Pengadilan Militer I-02 Medan, dan Kepala Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

Tama Ulinta adalah prajurit yang rutin melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Terakhir kali ia melaporkan kekayaannya sejak menjabat sebagai Hakim Agung, dengan nilai Rp 956 juta pada 2 Maret 2022 (sebagai laporan periodik tahun 2021).

Ia melaporkan kepemilikan rumah di Kota Medan dan dua unit mobil, masing-masing merk Toyota Yaris Tahun 2013 dan Nissan Double Canon tahun 2008 serta satu unit sepeda motor Honda Vario tahun 2015.

Seluruhnya tersebut adalah hasil sendiri. 

Ia juga melaporkan kas setara kas, harta bergerak lainnya dan relatif sedikit hutang. 

Tama Ulinta, lulusan Sepawamil TNI tahun 1990 dari korps hukum (Chk)  menjadi perempuan pertama yang menjadi hakim agung militer sejak 19 Oktober 2021 - sekarang.

(Alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved