Breaking News:

Berita Kriminal

TEGA, 7 Anggota Polisi di Simalungun Diduga Aniaya Nenek Nurieni Saragih Sampai Dadanya Bengkak

"Saya diseret, dijambak, ditumbuk pakai alat sampai dada saya bengkak,"demikian pengakuan seorang nenek bernama Nurieni Saragih (57)

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Risky Cahyadi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - "Saya diseret, dijambak, ditumbuk pakai alat sampai dada saya bengkak,"demikian pengakuan seorang nenek bernama Nurieni Saragih (57), warga Kabupaten Simalungun diduga korban kekerasan Polisi, Rabu (21/9/2022) di Mapolda Sumut.

Seorang nenek berusia 57 tahun mendatangi Polda Sumut guna mempertanyakan laporannya yang mengadukan tujuh personel Polres Simalungun diduga mandek.

Laporan dibuat nek Saragih pada 18 April 2022 dengan Nomor: STTLP/B/733/IV/2022/SPKT/Polda Sumut.

Ia datang mempertanyakan kejelasan laporannya karena 5 bulan belum menemukan titik terang.

Saat ditemui, nek Saragih mengaku penganiayaan itu terjadi pada 27 Desember 2021 lalu saat dirinya hendak dibawa ke Kejaksaan untuk tahap II karena terjerat kasus penganiayaan anak.

Saat hendak dibawa inilah ia mengaku dianiaya, diseret hingga luka-luka oleh polisi berpakaian preman.

"Mau dibawa ke Kejaksaan. Sampai di mobil saya tanya kenapa saya ditangkap.
'Ibu kami bawa dan ntar lagi pulang," kata Nurieni Saragih, Rabu (21/9/2022).

Setelah mengalami penganiayaan Nurieni pun sempat dirawat di rumah sakit dan visum.

Nurieni berharap kasus yang dilaporkan ke Propam Polda Sumut dan Renakta Polda Sumut segera dituntaskan.

Ia pun meminta agar pejabat polisi tak tutup mata.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved