Breaking News:

Viral Medsos

Viral Kepala Sekolah SMK Multi Karya Cekcok dengan Warga Karena Area Parkir

Viral sebuah video cekcok antara warga dan kepala sekolah SMK Multi Karya Medan, Rabu (21/9/2022).

Viral Kepala Sekolah SMK Multi Karya Cekcok dengan Warga Karena Area Parkir

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Viral sebuah video cekcok antara warga dan kepala sekolah SMK Multi Karya Medan.

Sebuah video beredar menampilkan kepala sekolah yang sedang marah kepada salah satu warga penyedia area parkir di jalan STM tersebut.

"Kita sudah ada kerjasamanya, silahkan bapak datang ke sekolah," sebut seorang pria dalam video tersebut, yang merupakan kepala sekolah dari SMK di Jalan STM itu.

Terdengar sahutan dari video itu, yang diduga adalah orang yang melakukan perekaman.

"Kerjasama kayak mana, ini cari makan saya jangan ganggu," sebutnya.

Berdasarkan video yang beredar tersebut pihak sekolah buka bicara.

Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum, Sahbanta mengatakan bahwa pihaknya tidak ada melakukan pungli sepersen pun, begitu juga dari areal parkir yang disebutkan.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa kerjasama yang dibuat sekolah agar bisa memantau dan menertibkan parkiran siswa dan ada tanda tangan MoU nya.

Ia juga menjelaskan hal itu dibuat agar memantau kedisiplinan para siswa.

"Tidak ada pungli, sepeserpun kita tidak terima uang dari parkiran yang kita tunjuk tersebut. Kita menertibkan parkiran siswa agar mudah dipantau. Kita sudah kerjasama dengan beberapa warga yang menyediakan lahan parkir, kita tanda tangan MoU, isinya apa, agar mereka bertanggung jawab dengan kendaraan anak-anak. Itu kalau terjadi kehilangan apapun mereka wajib ganti," ujar selaku kepada Tribun, Rabu (21/9/2022).

Sahbanta juga menjelaskan mengapa sekolah melakukan hal tersebut, tindakan itu merupakan bentuk mendisiplinkan siswa agar terpantau pihak sekolah.

"Anak-anak ini kalau sudah keluar sekolah kan sesuka hati, kita menghindari anak merokok dan sebagainya. Nah dengan pemilik parkir yang sudah kita ajak kerjasama mereka bantu kita pantau anak-anak. Memastikan begitu jam sekolah mereka langsung pulang nggak ada nongkrong lagi. Kita juga menghindari konflik dengan sekolah lain, seperti yang kita tahu area ini banyak sekolah dan rentan konflik," jelasnya.

Pemilik parkir yang berada tepat didepan sekolah itu menyebutkan hal serupa. Bahwasanya mereka telah menandatangani surat kerjasama untuk memantau siswa, agar tidak melakukan tindakan tak baik, salah satunya cabut di jam pelajaran atau merokok.

"Kita pantau betul anak-anak yang disini, saat masih jam pelajaran tidak kita kasih keluarkan kereta, tidak ada yang nongkrong di parkiran sambil merokok, begitu jam pulang kita suruh pulang langsung kerumah, agak cerewet memang saya sama mereka. Hal ini juga dibuat agar tidak bergabung dengan sekolah lain parkirnya, ya tau sendiri lah STM ini anak sekolahnya sering kali tawuran. Sehingga kadang yang nggak salah pun terikut kena, kita masyarakat juga rugi, itu kalau sudah tawuran mau pecah semua steling jualan warga," sebutnya.

Salah satu siswa memarkirkan kendaraannya di area yang ditunjuk sekolah, Riko namanya, ia mengaku tak keberatan sekolah mengarahkan mereka parkir ditempat tersebut.

"Memang sekolah mengarahkan untuk parkir di lokasi yang sudah ditunjuk, alasannya kan lebih dekat dengan sekolah. Tidak ada paksaan, tapi kitanya juga lebih nyaman disini juga, karna dijaga betul sama ibu itu," ujar Riko.

(cr26/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved